Semeru Kembali Terdengar Berdentum, BPBD Lumajang: Tidak Ada Dampak
PVMBG (Istimewa)
PVMBG (Istimewa)
Lumajang, InfoPublik — Suara dentuman dari Gunung Semeru terdengar di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Senin malam (28/9/2026), namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memastikan tidak ada dampak dari peristiwa tersebut.
Dentuman terdengar sekitar pukul 21.01 WIB dan terekam kamera CCTV BPBD Lumajang di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo.
Dalam rekaman tersebut, suara dentuman terdengar bersamaan dengan aktivitas dari arah Kawah Jonggring Saloko.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan peristiwa tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat.
“Tidak ada dampak dari peristiwa tersebut,” kata Isnugroho melalui keterangan pers yang diterima pada Selasa (29/9/2026).
Sementara itu, Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan, Sugiono, mengatakan suara dentuman dari Gunung Semeru cukup sering terdengar dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
Menurutnya, dentuman umumnya terdengar setelah aktivitas letusan mengalami jeda dalam kurun waktu tertentu.
“Dentuman biasanya terdengar setelah fase letusan Semeru mengalami jeda cukup lama,” ujar Sugiono.
Suara dentuman dapat menyertai aktivitas gunung api. Namun, kemunculannya tidak dapat digunakan sendiri untuk menyimpulkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Penilaian kondisi Gunung Semeru tetap mengacu pada hasil pemantauan dan evaluasi instansi yang berwenang.
Berdasarkan informasi dalam naskah sumber, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga.
Dalam rekomendasi keselamatan yang dicantumkan pada naskah sumber, masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
BPBD mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Semeru melalui BPBD, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, serta Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved