Jakarta, InfoPublik - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto mengungkapkan, total luas lahan yang terbakar mencapai 72.009,10 hektare di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Jambi.
"Ada yang masuk lahan konsensi dan yang merupakan lahan masyarakat. Lahan konsensinya ada 14.711,08 hektar, yang punya masyarakat dan kawasan hutan ada 57.298.02 hektar. Kami sudah berhasil memadamkan 71.069.65 hektar," kata dia saat menyampaikan laporan secara daring kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas (Ratas) Perkembangan Penanganan Bencana Alam, Senin (7/9/2026).
Dari keseluruhan data tersebut, Suharyanto menyebutkan total luas lahan yang terbakar mencapai 72.009,10 hektare. Adapun lahan yang masih belum padam mencapai 939,45 hektare.
Terkait areal yang masih terbakar, Suharyanto mengungkapkan bahwa upaya pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara.
Namun, upaya pemadaman menghadapi tantangan karena sebagian besar lahan di enam provinsi prioritas tersebut merupakan lahan gambut. Lahan gambut memiliki karakteristik mudah terbakar dan api yang telah membakar lahan gambut sulit dipadamkan. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat merambat dan menyimpan bara di bawah permukaan tanah.
Di lahan gambut, api dapat masuk ke lapisan material organik yang kering dan bergerak melalui rongga atau pori-pori tanah. Kondisi tersebut menyebabkan permukaan lahan terlihat padam, padahal bara api di bawah permukaan masih dapat menyala kembali.
"Kami padamkan dengan operasi darat dan operasi udara, apakah 939,45 hektare setelah dipadamkan hari ini besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang, Bapak Presiden," jelas Suharyanto.
"Kadang juga tidak berkurang signifikan karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran baru, atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan, sudah dilaporkan padam, tiba-tiba hidup kembali. Itulah kesulitannya lahan gambut di enam provinsi prioritas ini," tambah dia.
Karhutla di Sejumlah Wilayah Lain
Lebih lanjut, Suharyanto menyampaikan bahwa peristiwa karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah di luar enam provinsi prioritas, termasuk kawasan gunung dan tempat pembuangan akhir (TPA).
"Di luar enam provinsi tadi, juga terjadi kebakaran-kebakaran di tempat lain yang sedang kami tangani," kata Suharyanto.
BNPB mencatat sejumlah lokasi yang masih dalam penanganan, yakni Bukit Soeharto di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kawasan Gunung Butak, Jawa Timur, TPA Putri Cempo di Kota Surakarta, Jawa Tengah, serta Kawasan Gunung Ijen, Jawa Timur.
Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara serta koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di wilayah rawan.