World Water Forum ke-10, Tingkatkan Kesadaran Stakeholders Terkait Pengelolaan Air Berkelanjutan

: Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti di BNDCC, Nusa Dua, Badung, Provinsi Bali, Minggu (19/5/2024). Amiriyandi/InfoPublik


Oleh Tri Antoro, Minggu, 19 Mei 2024 | 16:37 WIB - Redaktur: Untung S - 165


Badung, InfoPublik - World Water Forum ke-10 di Bali diyakini akan berdampak positif terhadap  pengelolaan sumber daya air (SDA) yang berkelanjutan di Indonesia. Pasalnya, dari ajang tersebut akan meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan di dalam negeri untuk melakukan pengelolaan air secara optimal dari mulai hulu hingga hilir. 

Secara khusus, para pemangku kepentingan dalam negeri dapat mendukung kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengamanan sumber air, jalur air, hingga bendungan yang dibangun secara masif oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam beberapa waktu ke depan. 

"Pengelolaan air di Indonesia, mulai dari hulu sampai hilir. Sehingga membuat air bersih, supaya bisa menjadi bahan bakunya air minum," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti saat diwawancarai oleh InfoPublik.id di BNDCC, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Minggu (19/5/2024). 

Mendukung sejumlah kebijakan itu penting, sebab menjadi bagian dalam pembahasan enam sub tema diskusi dalam pertemuan World Water Forum ke - 10 diantaranya pertama water security & prosperity. Kedua, water for humans & nature. Ketiga, disaster risk reduction & management. Keempat, governance cooperation & hydro-diplomacy. Kelima, sustainable water finance. Keenam knowledge & Innovation.

Menurut Diana, enam sub tema yang telah dibahas sudah disaring dari berbagai kegiatan diskusi antarpemangku kepentingan baik secara internal Kementerian PUPR, negara lain, hingga organisasi world water council (WWC). 

Artinya, pembahasan yang dibawa dalam puncak pertemuan WWF ke-10 merupakan esensi yang bisa diimplementasikan secara konkret pada pengelolaan air secara nasional. 

"Enam sub tema sudah disaring melalui berbagai event baik di Indonesia maupun luar negeri," kata Diana. 

Kemudian, dalam hasil pembahasan enam sub tema itu, terdapat program yang bisa dijadikan sebagai contoh terbaik dalam pengelolaan air. 

Seperti program yang dilakukan oleh perusahan Aguas de Portugal (ADP) yang berhasil memasok air bersih b bagi 90 persen penduduk di negara Portugal. Capaian itu, tentunya dapat menginspirasi para pemangku kepentingan untuk meniru yang dilakukan oleh perusahan tersebut. 

Tak ketinggalan, Indonesia juga mempunyai program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang bakal dipaparkan dalam pengelolaan sumber daya air.

Program itu, telah menjadi salah satu program andalan nasional yang mampu meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. 

"Jadi best practices dalam pengelolaan air dalam ajanmg WWF ke-10," imbuh Diana. 

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Sabtu, 15 Juni 2024 | 15:48 WIB
Tuntaskan Rekonstruksi Pascabencana, PUPR Bangun 303 Huntap di Palu
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Sabtu, 15 Juni 2024 | 15:47 WIB
PUPR Targetkan Penyelesaian SPAM Sepaku Juli 2024
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 15:53 WIB
Menteri PUPR Ajak WNI di Uzbekistan Terlibat Pembangunan IKN
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 15:49 WIB
PUPR Targetkan Rekonstruksi Jembatan Palu IV Rampung Desember 2024
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 15:47 WIB
PUPR Rampungkan Perbaikan Sistem Jaringan Air Baku Pasigala di Palu Sulteng
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:35 WIB
PUPR Dorong Pembangunan Infrastruktur Hijau Songsong Indonesia Emas 2045
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:20 WIB
Indonesia Komitmen Terapkan Sumber Energi Terbarukan
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 20:56 WIB
PUPR Bangun Rusun ASN Kejaksaan Tinggi di Manado