Krui, InfoPublik – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresmian RSUD KH.M.Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026). Kehadiran rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat akses layanan kesehatan rujukan di daerah, khususnya untuk penanganan penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Dalam laporannya kepada Presiden, Menkes menyampaikan bahwa Krui merupakan salah satu destinasi selancar kelas dunia yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Namun, wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 170 ribu jiwa itu sebelumnya hanya memiliki satu rumah sakit kelas D dengan keterbatasan layanan kesehatan spesialistik. "Atas perintah Bapak Presiden, kami diberi kepercayaan membangun 66 rumah sakit, termasuk di sini, agar bisa melayani stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Lima penyebab kematian utama harus bisa dilayani dan diselesaikan di daerah ini," ujar Budi Gunadi Sadikin.
Ia menjelaskan, pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir Krui dimulai pada 17 Maret 2025, sementara peletakan batu pertama dilaksanakan pada 8 Mei 2025. Saat ini, bangunan rumah sakit telah selesai dibangun dan berbagai peralatan medis sedang dalam proses pengiriman.
Menurutnya, tenaga kesehatan untuk mendukung operasional rumah sakit juga telah disiapkan. Meski demikian, pemenuhan dokter spesialis jantung masih terus diupayakan. "Kami berharap ke depan putra-putri asli daerah dapat menjadi dokter spesialis dan mengabdi di wilayahnya sendiri, sehingga keberlanjutan pelayanan kesehatan dapat terjaga," katanya.
Untuk memastikan kualitas tata kelola dan pelayanan, RSUD KH. Muhammad Thohir Krui akan mendapatkan pendampingan dari rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, yakni RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem manajemen rumah sakit agar mampu beroperasi secara optimal sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Menkes juga menegaskan bahwa rumah sakit yang dikelola dengan baik tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mendukung kemandirian pembiayaan daerah melalui optimalisasi layanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dari sisi fasilitas, RSUD KH Muhammad Thohir Krui dipersiapkan untuk menangani berbagai penyakit katastropik. Untuk layanan stroke dan jantung, rumah sakit dilengkapi dengan CT Scan serta fasilitas catheterization laboratory (cath lab) yang saat ini masih dalam proses pengadaan.
Selain itu, tersedia pula layanan mamografi untuk deteksi dini kanker payudara, kemoterapi bagi pasien kanker, serta unit hemodialisis untuk pelayanan cuci darah bagi penderita gagal ginjal. "Yang paling penting, hemodialisis untuk cuci darah nanti ada di sini. Untuk kanker ada kemoterapi dan mamografi. Untuk ginjal ada layanan cuci darah," katanya.
Menkes menambahkan, sebanyak delapan unit alat hemodialisis sedang dalam perjalanan menuju Pesisir Barat. Pemerintah menargetkan seluruh peralatan medis dapat segera beroperasi dalam beberapa bulan ke depan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Dengan diresmikannya RSUD KH. Muhammad Thohir Krui, masyarakat Pesisir Barat diharapkan tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan spesialistik. Kehadiran rumah sakit tersebut juga menjadi langkah strategis dalam pemerataan layanan kesehatan berkualitas hingga ke wilayah terluar dan destinasi wisata nasional. "Semoga seluruh peralatan segera tiba dan dokter-dokternya dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat," pungkas Menkes.