Jakarta, InfoPublik - Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin mengapresiasi prestasi kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti kemampuan atlet penyandang disabilitas Indonesia dalam bersaing di tingkat internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa.
Indonesia menutup partisipasinya di Asian Para Games 2026 dengan menempati peringkat kedelapan klasemen akhir. Kontingen Merah Putih mengumpulkan total 73 medali, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Perolehan tersebut melampaui target pemerintah yang sebelumnya menetapkan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Ubaidillah menilai pencapaian tersebut patut mendapatkan apresiasi luas dari seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberhasilan para atlet bukan hanya menjadi kebanggaan di bidang olahraga, tetapi juga menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk meraih prestasi dan membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada atlet para olahraga Indonesia agar dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi pada kompetisi internasional berikutnya.
“Para atlet ini adalah pahlawan Indonesia yang telah berjuang dan mengharumkan nama bangsa di ajang Asian Para Games. Sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan atas kerja keras, pengorbanan, dan prestasi yang telah mereka raih,” ujar Ubaidillah dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, dukungan terhadap atlet berprestasi tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk pujian setelah kompetisi berakhir. Perhatian dan penghargaan dari negara perlu menjadi bagian berkelanjutan dalam perjalanan karier atlet, termasuk ketika mereka mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.
Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memberikan apresiasi kepada atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia. Dukungan tersebut dapat menjadi dorongan moral bagi para atlet untuk terus berlatih, menjaga kondisi, dan mempertahankan performa terbaik.
“Selama mereka masih berjuang membela Indonesia, para atlet membutuhkan kesempatan dan dukungan untuk terus berkembang serta meraih prestasi berikutnya. Karena itu, penghargaan yang diberikan negara perlu terus diperkuat agar sebanding dengan perjuangan dan capaian yang telah mereka persembahkan,” katanya.
Ubaidillah juga mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian serius kepada atlet paralimpik yang berprestasi, termasuk melalui pemberian bonus sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian mereka. Namun, ia menegaskan bahwa perhatian tersebut idealnya tidak berhenti pada pemberian bonus, melainkan disertai dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan dan pengembangan karier atlet.
Menurutnya, atlet penyandang disabilitas membutuhkan ekosistem pembinaan yang memungkinkan mereka terus meningkatkan kemampuan dan berkompetisi pada ajang olahraga internasional lainnya. Dengan dukungan yang memadai, prestasi di Asian Para Games dapat menjadi pijakan untuk meraih hasil lebih baik pada kompetisi mendatang.
Capaian Indonesia di Aichi-Nagoya 2026 juga dinilai sejalan dengan misi keempat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup peningkatan prestasi olahraga nasional serta penguatan peran penyandang disabilitas. Prestasi tersebut menunjukkan pentingnya memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi atlet penyandang disabilitas untuk berkontribusi bagi bangsa.
Selain mengapresiasi para atlet, Ubaidillah turut menyampaikan penghargaan kepada Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, atas perannya dalam mendampingi kontingen selama mengikuti Asian Para Games 2026.
Ia berharap keberhasilan Indonesia meraih 73 medali dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung olahraga paralimpik nasional. Dukungan masyarakat, perhatian pemerintah, serta pembinaan atlet yang berkelanjutan diharapkan dapat mendorong lahirnya prestasi-prestasi baru di tingkat Asia maupun dunia.
“Prestasi ini harus menjadi momentum untuk semakin menghargai perjuangan atlet paralimpik Indonesia. Mereka telah membuktikan kemampuan dan memberikan kebanggaan bagi bangsa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan perhatian, penghargaan, dan dukungan yang layak agar dapat terus mengharumkan nama Indonesia,” tutup Ubaidillah.