Jakarta, InfoPublik - Gemuruh suporter yang memenuhi kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam, bukan hanya menjadi tanda dimulainya perjuangan Tim Nasional Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Di balik nyanyian, kibaran bendera Merah Putih, dan sorak kemenangan, terdapat aktivitas ekonomi yang ikut bergerak. Ribuan orang yang datang ke kawasan GBK menciptakan pasar bagi pedagang makanan, minuman, atribut timnas, transportasi, hingga berbagai usaha kecil lainnya.
Indonesia mengawali kiprahnya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Kemenangan tersebut membuat suasana di sekitar stadion semakin semarak.
Namun, bagi sebagian masyarakat, pertandingan tersebut memiliki arti lain. Keramaian penonton menjadi kesempatan untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Salah satunya dirasakan Syarif (52), pedagang kerak telor yang berjualan di sekitar kawasan Gelora Bung Karno.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, Syarif telah menyiapkan dagangannya. Aroma kerak telor yang dimasak di atas tungku menjadi salah satu pemandangan yang mudah ditemui di tengah lalu lalang suporter.
Menurut Syarif, pertandingan Timnas Indonesia selalu membawa suasana berbeda dibandingkan hari biasa. Jumlah orang yang datang meningkat sehingga peluang dagangannya dibeli pun semakin besar.
"Kalau ada pertandingan Timnas seperti ini, pembelinya jauh lebih ramai. Banyak yang datang sebelum pertandingan, ada yang makan dulu, ada juga yang membeli untuk dibawa masuk atau dimakan sambil menunggu," ujar Syarif saat ditemui InfoPublik di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan, keramaian tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi pedagang kecil. "Alhamdulillah, dari dagangan ini bisa dapat keuntungan lebih. Kalau hari biasa mungkin pembelinya tidak sebanyak ini. Saat ada pertandingan, orang datang dari berbagai tempat," katanya.
Bagi Syarif, keberadaan event olahraga seperti FIFA ASEAN Cup bukan sekadar menghadirkan tontonan. Keramaian penonton juga memberikan ruang bagi pedagang kecil untuk mendapatkan penghasilan.
"Namanya dagang, yang dicari memang pembeli. Kalau tempat ramai dan orang banyak, kesempatan untuk mendapatkan pembeli juga lebih besar," tuturnya.
Atribut Timnas Ikut Diburu
Tidak hanya makanan yang mendapat berkah dari keramaian pertandingan. Atribut Timnas Indonesia juga menjadi bagian dari pergerakan ekonomi di sekitar stadion.
Syal, jersey, topi, bendera, dan berbagai aksesori bernuansa Merah Putih menjadi barang yang diburu sebagian suporter untuk menambah semarak dukungan kepada skuad Garuda.
Burhan (28), pedagang syal dan jersey Timnas Indonesia di sekitar kawasan GBK, mengaku merasakan peningkatan permintaan ketika pertandingan Timnas berlangsung.
"Kalau ada pertandingan Timnas, syal dan jersey memang lebih banyak dicari. Banyak yang datang tanpa membawa atribut, kemudian membeli di sini supaya bisa langsung dipakai saat menonton," ujar Burhan.
Menurutnya, momentum pertandingan menjadi salah satu waktu penting bagi pedagang atribut sepak bola.
"Alhamdulillah, penjualan meningkat dan ada keuntungan. Kalau pertandingan besar, biasanya orang memang lebih antusias membeli atribut," katanya.
Burhan mengatakan pembelinya berasal dari berbagai kalangan. Ada yang membeli untuk dipakai sendiri, ada pula yang membeli sebagai oleh-oleh.
"Kadang ada yang datang bersama keluarga. Bapaknya beli jersey, anaknya beli syal atau bendera. Ada juga yang beli lebih dari satu untuk teman atau keluarga di rumah," ujarnya.
Keramaian tersebut membuat Burhan harus mempersiapkan stok sebelum pertandingan. "Kalau sudah tahu ada pertandingan Timnas, kami harus menyiapkan barang lebih banyak. Jangan sampai ketika pembeli ramai malah stok habis," katanya.
Uang Suporter Berputar
Cerita Syarif dan Burhan menggambarkan bagaimana aktivitas olahraga dapat memberikan efek ekonomi langsung kepada masyarakat.
Penonton yang datang ke stadion tidak hanya membeli tiket pertandingan. Mereka juga membutuhkan makanan, minuman, transportasi, atribut, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Satu aktivitas kemudian memunculkan aktivitas lain.
Seorang suporter yang membeli jersey, misalnya, memberikan pendapatan kepada pedagang. Pedagang kemudian menggunakan pendapatannya untuk membeli stok barang dari pemasok.
Demikian pula dengan pedagang makanan yang membeli bahan baku untuk memenuhi kebutuhan dagangannya. Rangkaian tersebut menciptakan perputaran uang yang melibatkan banyak pihak.
Rasyid (36), masyarakat yang datang menikmati pertandingan, melihat keramaian tersebut sebagai bagian dari dampak positif sebuah event olahraga bagi lingkungan sekitar.
"Kalau pertandingan besar, memang terlihat banyak usaha yang ikut bergerak. Ada pedagang makanan, minuman, jersey, syal, sampai transportasi. Penonton datang dan akhirnya mengeluarkan uang untuk berbagai kebutuhan," ujar Rasyid.
Menurut dia, aktivitas ekonomi tersebut membuat atmosfer pertandingan terasa sampai ke luar stadion.
"Jadi bukan hanya yang punya tiket atau yang masuk stadion yang merasakan suasananya. Orang yang berdagang di sekitar juga mendapat kesempatan," katanya.
Hal senada disampaikan Eko (24). Menurut dia, kehadiran event olahraga seperti FIFA ASEAN Cup membuat kawasan sekitar stadion menjadi lebih hidup.
"Orang datang lebih banyak, kemudian mereka makan, minum, membeli atribut. Ada perputaran ekonomi di situ. Mungkin nilainya berbeda-beda bagi setiap pedagang, tetapi yang jelas ada tambahan pembeli," ujarnya.
Dari Kerak Telor hingga Jersey
Jika dilihat lebih jauh, keramaian FIFA ASEAN Cup 2026 memperlihatkan bagaimana industri olahraga memiliki hubungan dengan sektor ekonomi lainnya.
Syarif mendapatkan pembeli dari suporter yang ingin mengisi perut sebelum menyaksikan pertandingan. Burhan mendapatkan pelanggan dari mereka yang ingin mengenakan atribut Timnas Indonesia. Sementara masyarakat lainnya memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan terhadap transportasi dan jasa lainnya.
Berbagai aktivitas tersebut berlangsung hampir bersamaan. Bagi pedagang kecil, momentum seperti ini menjadi penting karena tidak selalu tersedia setiap hari. Pertandingan Timnas Indonesia yang digelar di Jakarta menjadi magnet yang mempertemukan konsumen dalam jumlah besar dengan pelaku usaha.
"Yang penting bagi kami adalah bagaimana keramaian ini bisa menjadi rezeki. Selama ada pertandingan dan orang ramai, kami bisa berjualan," kata Syarif.
Burhan pun berharap event olahraga berskala internasional dapat terus menghadirkan ruang bagi pedagang lokal.
"Kalau ada pertandingan lagi, tentu kami berharap bisa ikut berjualan. Karena memang ada peluang. Penonton membutuhkan atribut, dan kami menyediakan," ujarnya.
Efek yang Melampaui Lapangan
Kegiatan ekonomi di sekitar pertandingan menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah event olahraga dapat memberikan efek berantai.
Hotel menerima tamu, restoran mendapatkan pelanggan, transportasi membawa penonton, pedagang makanan melayani suporter, sementara penjual atribut menyediakan perlengkapan untuk mendukung tim kesayangan.
Semakin banyak orang yang datang dan beraktivitas, semakin besar pula kebutuhan terhadap barang dan jasa.
Dalam konteks yang lebih luas, kondisi tersebut memperlihatkan potensi olahraga sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan pariwisata. Penonton dari luar daerah yang datang ke Jakarta tidak hanya berpotensi menyaksikan pertandingan, tetapi juga mengonsumsi berbagai produk dan jasa selama berada di ibu kota.
Bagi pelaku usaha kecil seperti Syarif dan Burhan, dampaknya terasa secara langsung dalam bentuk bertambahnya pembeli dan keuntungan dari dagangan.
Mereka mungkin tidak berada di dalam stadion dan tidak ikut menentukan hasil pertandingan. Namun, kemenangan Indonesia atas Singapura ikut menciptakan suasana yang menguntungkan bagi dagangan mereka.
Kemenangan Indonesia atas Singapura dengan skor 2-0 bukan satu-satunya angka yang penting pada malam itu. Di luar papan skor, ada angka penjualan yang bertambah, dagangan yang lebih cepat habis, dan pendapatan yang meningkat.
Sepak bola memang dimainkan selama 90 menit. Tetapi, ketika ribuan orang bergerak mengikutinya, roda ekonomi dapat berputar lebih lama. Di antara aroma kerak telor dan warna Merah Putih yang memenuhi kawasan GBK, FIFA ASEAN Cup 2026 memperlihatkan bahwa sebuah pertandingan dapat menciptakan cerita ekonomi yang jauh melampaui garis lapangan.