Jakarta, InfoPublik- Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pengalaman baru bagi Adi dan Zaki Gusti, mahasiswa semester 5 Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Untuk pertama kali, keduanya terlibat sebagai relawan dalam ajang sepak bola internasional.
Adi dan Zaki bertugas mendukung layanan transportasi penonton melalui shuttle bus gratis yang disediakan PSSI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Keduanya bertugas melakukan koordinasi dengan petugas transportasi dan membantu mengarahkan penonton yang akan menggunakan layanan tersebut.
Adi mengatakan, tugas utamanya berada di sekitar Stasiun Palmerah untuk memastikan ketersediaan bus shuttle gratis yang akan mengantar para penonton ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta.
"Saya tanggung jawab saya standby di depan Stasiun Palmerah untuk koordinasi antara bis dengan para penumpang. Termasuk mengarahkan penumpang yang ingin naik ke bus gratis," kata Adi kepada InfoPublik, Kamis (1/10/2026).
Selain membantu penumpang, Adi bersama tim juga bertanggung jawab memastikan kebutuhan logistik bagi pengemudi dan petugas yang berada di lokasi terpenuhi.
"Saya juga bertanggung jawab untuk menyediakan logistik bagi para driver dan petugas di tempat ini," ujar dia.
Bagi Adi, keterlibatan dalam FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan pengalaman baru di luar aktivitas perkuliahan. Ia dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus belajar menjalankan tanggung jawab dalam sebuah iven olahraga berskala internasional.
Pengalaman serupa dirasakan Zaki Gusti. Menjadi relawan dalam FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan pengalaman pertamanya terlibat dalam penyelenggaraan ajang sepak bola.
Zaki mengaku terdapat suka dan duka selama menjalankan tugas sebagai relawan. Salah satu tantangannya adalah membagi waktu antara kewajiban sebagai mahasiswa dengan tugas sebagai relawan.
"Duka sih pasti ada ya. Karena kita kan volunteer juga, terus lumayan lelah juga karena sambil kuliah," jelas dia.
Meski demikian, Zaki mengatakan tugas sebagai relawan masih dapat dijalankan tanpa mengganggu aktivitas perkuliahannya.
Menurut dia, jadwal pertandingan yang tidak berlangsung setiap hari membuat waktu antara kuliah dan tugas sebagai relawan masih dapat diatur.
"Jadwal pertandingan kan tidak setiap hari. Jadi tetap bisa diatur antara jadwal kuliah dengan tugas di sini," jelas dia.
Keterlibatan Adi dan Zaki menunjukkan peran mahasiswa dalam mendukung penyelenggaraan iven olahraga internasional.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, keduanya mengambil kesempatan untuk terlibat langsung dalam memberikan pelayanan kepada penonton sekaligus memperoleh pengalaman baru dalam bekerja di lapangan.
Melalui tugas sebagai relawan, pengalaman mereka tidak hanya berkaitan dengan pertandingan sepak bola, tetapi juga tentang koordinasi, pelayanan publik, kerja sama tim, dan kemampuan mengatur waktu antara pendidikan dan kegiatan profesional.