Bone Bolango, InfoPublik - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan pentingnya keberadaan Forum Anak sebagai wadah partisipasi nyata anak dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, anak perlu diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, serta kebutuhan mereka agar dapat menjadi bagian dari proses pembangunan.
Arifah mengingatkan bahwa peran anak tidak boleh hanya dipandang sebagai penerima manfaat pembangunan. Sebaliknya, anak juga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan sesuai dengan usia serta kapasitasnya, mulai dari tingkat desa hingga nasional.
Pernyataan ini disampaikan Arifah pada Dialog Interaktif bertajuk “Sinergi Pusat dan Desa dalam Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi melalui Ruang Bersama Indonesia” sebagai moderator di Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Bone Bolango.
Dalam dialog ini sebagau moderator adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman.
Dialog interaktif ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak melalui Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Dalam kapasitasnya memimpin dialog Yana Suleman, memandu jalannya diskusi dan mengarahkan pembahasan agar peserta dapat memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan RBI. Dialog ini juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai keterlibatan masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Ketua DPRD Thomas Mopili, Bupati Bone Bolango Ismet Mile, serta Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo.
Yana menyampaikan bahwa Ruang Bersama Indonesia perlu dimanfaatkan sebagai wadah kolaborasi yang menghadirkan kegiatan nyata bagi pemberdayaan perempuan dan pemenuhan hak anak di tingkat masyarakat.
“RBI diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi menjadi wadah bersama untuk membangun kepedulian, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan perempuan dan anak,” kata Yana, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya sinergi pemerintah pusat, daerah, hingga desa sangat diperlukan agar perempuan semakin berdaya dan anak-anak mendapatkan perlindungan serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan
Ia juga menekankan bahwa penguatan Forum Anak harus menjadi perhatian bersama. Aspirasi anak perlu difasilitasi dan diberikan ruang dalam berbagai kegiatan pembangunan desa, sehingga kebijakan dan program yang dilaksanakan semakin memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.
Melalui dialog interaktif ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk memperkuat pelaksanaan Ruang Bersama Indonesia di tingkat desa melalui kolaborasi pemerintah, lembaga masyarakat, kelompok perempuan, Forum Anak, serta seluruh unsur terkait.
Desa Ayula Selatan diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang ramah perempuan dan peduli anak. Semangat yang dibangun melalui kegiatan ini sejalan dengan cita-cita “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045.” (mcgoorntaloprov/ppid)