Sleman, InfoPublik – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama DPRD DIY mengajak masyarakat terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular meskipun pandemi COVID-19 telah beralih menjadi endemi.
Ajakan tersebut disampaikan dalam sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 di Gedung Serbaguna Mulungan Wetan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri para dukuh, kader PKK, kader Posyandu, dan tokoh masyarakat tersebut menghadirkan anggota DPRD DIY Sri Muslimatun sebagai pembicara utama.
Sri Muslimatun mengatakan, Perda Nomor 2 Tahun 2022 masih relevan sebagai landasan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi penyakit menular. Karena itu, masyarakat perlu berperan aktif menjaga kesehatan diri dan lingkungan serta menyebarluaskan edukasi kesehatan di wilayah masing-masing.
"Kalau batuk, ya pakai masker. Kita harus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Sri Muslimatun.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber Nizar Hero Kartika memaparkan pentingnya perlindungan ekstra bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia), penderita penyakit penyerta (komorbid), dan individu dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Menurutnya, penularan virus dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana, antara lain menggunakan masker saat sakit, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan benar.
Sementara itu, narasumber Mei Muhartati menyampaikan bahwa pengalaman penanganan COVID-19 perlu menjadi pembelajaran untuk memperkuat mitigasi wabah pada masa mendatang.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini berbasis data, respons cepat berdasarkan risiko, koordinasi lintas sektor melalui pendekatan One Health, serta kesiapan logistik kesehatan.
Melalui sosialisasi tersebut, warga dan kader masyarakat diharapkan dapat menjadi penggerak penerapan PHBS sekaligus memperkuat kesiapsiagaan lingkungan dalam menghadapi ancaman penyakit menular.
Dengan demikian, kesadaran menjaga kesehatan tidak hanya diterapkan saat terjadi wabah, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (Y. Edy Setyojarjo/KIM Pijar Mlati)