Kota Gorontalo, InfoPublik - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menekankan pemahaman mengenai pertumbuhan dan perkembangan tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik, tetapi juga mencakup aspek kognitif, emosional, sosial, dan perilaku yang saling berkaitan.
“Mahasiswa kedokteran perlu memahami pertumbuhan dan perkembangan manusia secara menyeluruh. Pengetahuan ini menjadi dasar dalam melihat setiap individu sesuai tahapan kehidupannya, mengenali penyimpangan sejak dini, serta menentukan langkah penanganan yang tepat. Deteksi dini menjadi sangat penting agar setiap permasalahan kesehatan dapat diintervensi sedini mungkin,” ujar Anang saat menjadi pengajar pada mata kuliah dengan materi Konsep Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Senin (2/11/2026).
Kegiatan berlangsung di lingkungan Fakultas Kedokteran UNG.
Dalam kegiatan akademik tersebut, Anang menyampaikan materi mengenai konsep dasar pertumbuhan dan perkembangan sebagai salah satu landasan penting dalam memahami proses kehidupan manusia, khususnya dari perspektif ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Materi ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa kedokteran untuk memahami tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia, mulai dari masa awal kehidupan hingga dewasa. Pemahaman tersebut diperlukan sebagai dasar dalam mengidentifikasi kondisi normal, mengenali potensi gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta menentukan pendekatan promotif, preventif, dan kuratif dalam pelayanan kesehatan.
Ia juga menilai bahwa pembelajaran tersebut memiliki relevansi langsung dengan tantangan pelayanan kesehatan, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, serta pemenuhan kebutuhan kesehatan pada setiap kelompok usia.
Keterlibatan Anang sebagai pengajar merupakan bagian dari kontribusi praktisi dan pemangku kebijakan kesehatan dalam memperkaya wawasan akademik mahasiswa. Sinergi antara institusi pendidikan dan sektor kesehatan diharapkan dapat membangun pemahaman yang lebih komprehensif serta mempersiapkan calon dokter yang memiliki kompetensi keilmuan dan kepekaan terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat. (mcgorontaloprov/ilb/md)