Sumenep, InfoPublik – Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab menjadi bekal penting bagi mahasiswa saat memasuki dunia kerja. Keterampilan tersebut tidak hanya diasah melalui perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi di kampus.
Berangkat dari kebutuhan itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Arya Ulumul Quran Universitas Wiraraja (Unija) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Anggota Baru 2026 pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di lingkungan kampus Unija, Sumenep, Jawa Timur.
Mengusung tema “Membentuk Mahasiswa Rabbani Berjiwa Qurani”, kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta. Diklat menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai keislaman, memahami arah gerak organisasi, sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Selama dua hari, peserta mengikuti empat materi utama, yakni bedah tema, sejarah UKM Arya Ulumul Quran, public speaking, dan keorganisasian. Materi tersebut dirancang untuk membantu calon anggota memahami identitas organisasi, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta membangun pemahaman tentang kerja tim dan tanggung jawab dalam menjalankan program.
Ketua Umum UKM Arya Ulumul Quran Achmad Fauzan Mutawaqil mengatakan, organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
“Kita juga perlu mencari pengalaman di luar perkuliahan, salah satunya melalui UKM. Karena di organisasi kita bisa belajar banyak hal, mulai dari bagaimana bekerja sama, berkomunikasi, membangun hubungan, sampai melatih tanggung jawab. Hal-hal seperti ini tentu menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya sudah bekerja,” ujarnya.
Menurut Fauzan, diklat tidak seharusnya dipandang hanya sebagai formalitas untuk memperoleh status keanggotaan. Peserta diharapkan melanjutkan proses belajar dengan terlibat aktif dalam kegiatan dan program kerja organisasi.
Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan, mengasah kemampuan interpersonal, dan belajar menghadapi dinamika kerja bersama.
Bagi UKM Arya Ulumul Quran, pendidikan anggota baru juga merupakan bagian dari upaya membangun regenerasi organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman keislaman, tetapi juga mengembangkan karakter dan kemampuan berorganisasi.
Setelah diklat, para peserta akan mulai mengenal lebih jauh kegiatan, program kerja, serta tanggung jawab sebagai anggota UKM Arya Ulumul Quran. Dengan demikian, proses pembinaan diharapkan berlanjut melampaui kegiatan pelatihan dan menjadi pengalaman nyata dalam kehidupan kampus.
(Ron/Farhan/Fer)