Jember, InfoPublik – Kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Menanggapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mendistribusikan hingga 15.000 liter air bersih setiap hari untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan, total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai lebih dari 800.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau sekitar 1.200 warga yang tersebar di delapan titik wilayah terdampak kekeringan.
"Kemarau yang semakin panjang membuat kebutuhan air bersih melonjak drastis. Kami berupaya semaksimal mungkin hadir untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi," ujar Zainollah dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Salah satu wilayah yang mengalami kekeringan setiap tahun adalah Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Sejak Juli 2026, PMI Kabupaten Jember secara rutin memasok air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.
Selain sumur yang mengering, warga juga menghadapi persoalan kualitas air. Air sumur yang masih tersisa diduga tercemar limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA) setempat sehingga dikhawatirkan tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data PMI Kabupaten Jember, distribusi air bersih diprioritaskan pada sejumlah wilayah berikut:
- Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari.
- Perumahan Rengganis, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.
- Dusun Plingian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari (dua titik).
- Dusun Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.
- Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji.
- Dusun Tegalwatu, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang.
- Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, PMI Kabupaten Jember masih menghadapi kendala dalam memperluas jangkauan distribusi. Zainollah mengungkapkan, permohonan bantuan air bersih dari sejumlah wilayah lain juga terus berdatangan.
Namun, keterbatasan armada menjadi salah satu hambatan utama. Saat ini, tim tanggap darurat PMI hanya mengandalkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
Meski menghadapi keterbatasan sarana, PMI Kabupaten Jember berkomitmen melanjutkan distribusi hingga 15.000 liter air bersih setiap hari. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.(MC Prov Jatim/hjr/eyv)