Banyuwangi, InfoPublik – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi melatih 20 warga Desa Bimorejo dan Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, untuk membangun dan memperkuat rumah agar lebih aman terhadap gempa bumi.
Pelatihan teknik retrofitting atau penguatan bangunan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko bencana di kawasan yang berdekatan dengan Sesar Wongsorejo.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Bimorejo tersebut diikuti tokoh masyarakat, perangkat desa, anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), dan tukang lokal. Para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak penerapan konstruksi rumah aman gempa di lingkungan masing-masing.
Desa Bimorejo dan Bajulmati dipilih karena berada di pesisir utara Banyuwangi dan berdekatan dengan zona Sesar Wongsorejo. Sesar tersebut merupakan salah satu dari 82 segmen sesar aktif di Jawa Timur.
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pusat Studi Gempa Nasional, Sesar Wongsorejo merupakan sesar aktif darat dengan mekanisme pergeseran mendatar (strike-slip fault). Aktivitas sesar ini berpotensi memicu gempa bumi dangkal.
Gempa yang bersumber dari sesar darat berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan karena pusat guncangannya dapat berada dekat dengan permukiman. Selain itu, kondisi tanah sedimen lunak di wilayah Wongsorejo menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Camat Wongsorejo, Muhammad Mahfud, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi.
Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan serta disebarluaskan kepada masyarakat.
"Pelatihan retrofitting atau rumah aman gempa dari PMI Banyuwangi diikuti oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, SIBAT, dan tukang lokal. Jadi, tolong kegiatan ini diikuti secara baik karena ilmu baru ini kiranya bisa diaplikasikan di masyarakat, apalagi kita berada di wilayah rawan gempa Sesar Wongsorejo," ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Sementara itu, Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Nurhadi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ancaman gempa, tetapi juga mengurangi risiko korban akibat bangunan yang tidak memenuhi prinsip keamanan gempa.
"Gempa tidak membunuh manusia, rumah yang tidak amanlah yang membunuh. Setelah pelatihan ini, kami akan membuat prototipe rumah aman gempa di dua desa ini, yaitu masing-masing satu unit di Bimorejo dan Bajulmati," kata Nurhadi.
Menurutnya, penguatan konstruksi rumah menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana. Karena itu, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam pembangunan maupun perbaikan rumah warga.
Dalam pelatihan tersebut, 20 peserta didampingi empat fasilitator yang berpengalaman dalam teknik retrofitting. Mereka mendapatkan materi dan praktik mengenai dua metode penguatan bangunan.
Metode pertama adalah teknik ferosemen dengan menggunakan wiremesh atau kawat anyam. Metode kedua menggunakan teknik konvensional melalui penguatan kolom, balok pengikat (ring balok), dan kolom praktis.
Salah seorang perwakilan SIBAT Bimorejo, Umy Nasikhah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman baru melalui pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan kondisi geografis desanya yang berdekatan dengan Sesar Wongsorejo.
"Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru mengenai pentingnya membangun serta memperkuat rumah agar lebih aman terhadap risiko gempa bumi, apalagi desa kami dekat dengan Sesar Wongsorejo," ujarnya.
Umy berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya warga Desa Bimorejo.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Banyuwangi mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami ancaman gempa bumi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan dan melindungi keselamatan penghuni rumah.(MC Prov Jatim/hjr/eyv)