SLEMAN, InfoPublik – Keberadaan institusi pendidikan tinggi bertaraf internasional diyakini menjadi aset vital bagi kemajuan sebuah wilayah.
Merespons potensi besar tersebut, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, secara proaktif membidik penguatan sinergi transformasi digital bersama Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Komitmen ini disuarakan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Condongcatur, Budi Arto, saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-32 Universitas AMIKOM di kampus setempat, Senin (12/10/2026).
Di hadapan sivitas akademika, Budi menegaskan, AMIKOM merupakan motor penggerak utama yang berpotensi mengakselerasi kualitas sumber daya manusia dan memantik pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayahnya.
Mengusung tema Creativity for Society, Budi berharap momentum peringatan hari jadi ini menjadi fondasi bagi AMIKOM untuk turun gunung memberikan solusi nyata.
Ia mendesak agar ruang kolaborasi antara kampus dan pemerintah desa semakin dieratkan, khususnya dalam urusan digitalisasi pelayanan publik, peningkatan literasi teknologi bagi generasi muda, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Budi menuntut agar perguruan tinggi tidak lagi sekadar menjadi menara gading eksklusif tempat pengembangan ilmu pengetahuan, melainkan wajib menghadirkan inovasi praktis yang sanggup mengurai benang kusut persoalan sosial dan ekonomi masyarakat di akar rumput.
Tuntutan progresif dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur tersebut sejatinya gayung bersambut dengan visi Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, M. Suyanto.
Suyanto memaparkan konsep open innovation university yang sengaja dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan dengan industri kreatif dan pemerintah daerah.
AMIKOM sendiri telah membuktikan kapasitas globalnya dengan menempati peringkat ke-67 dunia dalam ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026, serta tengah merintis proyek pemanfaatan kecerdasan buatan dalam film animasi Ajisaka.
Pesan ini kian diperkuat oleh arahan LLDIKTI Wilayah V yang mengingatkan, inovasi terbaik bukanlah yang paling canggih, melainkan yang paling relevan dan berdampak langsung bagi hajat hidup masyarakat sekitar.
Menutup rangkaian sidang terbuka yang turut diwarnai dengan penyaluran komitmen beasiswa senilai lebih dari Rp400 juta tersebut, Pemerintah Kalurahan Condongcatur optimistis ikatan kerja sama ini akan semakin kokoh.
Melalui perpaduan presisi antara kecerdasan buatan, inovasi akademis, dan kebijakan afirmatif desa, pembangunan wilayah Condongcatur diharapkan dapat melesat menjadi kawasan yang lebih adaptif, inklusif, dan mandiri secara ekonomi. (MC Kab. Sleman / KIM Depok / Wasana)