SLEMAN, InfoPublik – Semangat untuk terus berdaya dan mandiri di tengah keterbatasan tampak mewarnai rutinitas Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Condongcatur, Sleman.
Bertempat di Pendopo Green Kayen pada Selasa (6/10/2026), agenda yang lazimnya menjadi wadah silaturahmi ini dikemas apik menjadi ruang inkubasi kewirausahaan yang sangat inklusif.
Di bawah arahan Ketua PPDI Condongcatur, Setyawati Marheni, para penyandang disabilitas dan pendamping keluarga diajak langsung mempraktikkan proses produksi es kuwut.
Mulai dari meracik bahan baku segar hingga teknik penyajian yang bernilai jual, seluruh tahapan diajarkan secara mendetail dengan harapan dapat memantik lahirnya sumber penghasilan tambahan yang menopang ekonomi keluarga.
Mengapresiasi gebrakan produktif tersebut, Pengurus PPDI Sleman, Hariyanto, menilai, ruang interaktif ini sangat berharga dalam mengasah kapasitas mental dan finansial para anggota.
Guna menjamin kesejahteraan jangka panjang, ia secara khusus menyosialisasikan krusialnya kepemilikan Kartu Penyandang Disabilitas (KPD) serta ragam jaring Perlindungan Sosial (Perlinsos) agar kelompok rentan tidak tertinggal dari program afirmasi negara.
Melengkapi edukasi administrasi tersebut, Staf Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Apri Nugroho, turut memandu langsung para peserta untuk beradaptasi dengan sistem Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan tata cara optimalisasi jaminan kesehatan BPJS.
Rangkaian pemberdayaan paripurna lintas sektor ini semakin sempurna dengan disediakannya fasilitas cek kesehatan gratis berupa pengukuran tekanan darah bagi seluruh peserta.
Kerja sama manis antara pelatihan keterampilan usaha, literasi hak administrasi, dan layanan kesehatan ini membuktikan, komunitas di akar rumput tak henti bergerak meruntuhkan stigma.
Melalui pendekatan yang humanis dan berkesinambungan, para penyandang disabilitas kini semakin mantap menatap masa depan, berbekal kapasitas kemandirian dan rasa percaya diri yang tinggi di tengah masyarakat. (MC Kab. Sleman / KIM Depok / Tri Suhartati)