Ternate, InfoPublik- PT BPR Syariah (BPRS) Bahari Berkesan memperkuat tata kelola dan inovasi layanan keuangan syariah melalui pelatihan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) di Ballroom Waterboom Kota Ternate, Sabtu (3/10/2026).
Upaya ini ditujukan untuk memperkuat pengelolaan risiko sekaligus mendorong pengembangan produk keuangan syariah yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Kegiatan yang diikuti 34 karyawan dan karyawati tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate Rizal Marsaoly yang juga Komisaris Utama PT BPRS Bahari Berkesan. Turut hadir jajaran Dewan Komisaris dan Direksi BPRS Bahari Berkesan.
Rizal menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan tata kelola BPRS sebagai lembaga keuangan syariah milik daerah. Menurutnya, penerapan CKPN yang akuntabel dan tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan serta stabilitas keuangan bank.
Di sisi lain, pengembangan CWLD dinilai memiliki potensi untuk mengoptimalkan wakaf uang sebagai instrumen produktif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Ternate.
Direktur Utama PT BPRS Bahari Berkesan Risdan Harly mengatakan, pemahaman mengenai CWLD menjadi penting untuk mendorong pengembangan instrumen wakaf uang agar memberikan manfaat yang lebih luas.
"Lewat pemahaman yang mendalam mengenai Cash Waqf Linked Deposit, kami ingin mendorong instrumen wakaf uang agar lebih produktif dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Risdan.
Menurut Risdan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan mitigasi risiko. Pemahaman terhadap CKPN diperlukan agar pengelolaan keuangan berjalan secara prudent, akuntabel, dan sesuai dengan standar regulasi yang berlaku.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, BPRS Bahari Berkesan diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus menghadirkan inovasi layanan keuangan syariah yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Ternate.
(MC Ternate/TIM)