Merauke, InfoPublik - Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan, pentingnya validitas data terpilah Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP sebagai basis utama perencanaan pembangunan daerah agar tepat sasaran dan mencegah kegagalan program.
Hal itu disampaikan bupati, dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Capaian Data Terpilah OAP dan Non-OAP Kabupaten Merauke Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Merauke, Rabu (30/9/2026).
Bupati menegaskan, capaian penginputan data melalui aplikasi Sistem Informasi Registrasi dan Informasi Orang Asli Papua (SIRIOS) di Kabupaten Merauke hingga akhir September 2026 baru mencapai 29,8 persen atau sebanyak 25.508 kepala keluarga (KK) dari total sasaran 85.562 KK.
Bupati menyatakan, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada data yang konkret dan akurat di lapangan.
Tanpa dukungan data yang valid, perencanaan program yang dirancang pemerintah berisiko tidak mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat kampung maupun distrik.
"Sebaik apa pun perencanaan, tetapi kalau kita tidak lakukan dengan basis data yang baik, data yang valid dan konkret, dan juga sesuai dengan kondisi riil di lapangan, saya pikir perencanaan itu akan melayang-layang saja di atas. Dia tidak akan menyentuh masyarakat kita," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan pelaksanaan pemutakhiran data pada 2027 mendatang, bupati menginstruksikan skema penganggaran bersama antara pemerintah kabupaten dan distrik.
Langkah bergotong royong dinilai mendesak untuk mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan, seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia operator, minimnya perangkat komputer di kampung, gangguan jaringan internet, hingga persoalan penyesuaian administrasi kependudukan akibat pemekaran wilayah.
Berdasarkan laporan Bapperida Kabupaten Merauke, capaian pendataan SIRIOS antardistrik masih menunjukkan ketimpangan yang signifikan. Distrik Jagebob, Animha (67,1 persen), dan Eligobel (64,1 persen) mencatat progres penginputan tertinggi, sementara Distrik Merauke yang menampung sekitar 46 persen total penduduk baru mencatatkan angka 11,9 persen.
Adapun sejumlah wilayah seperti Distrik Wan, Okaba, Tubang, dan Kontuar masih berada di bawah lima persen.
(McMrk/Get/Ngr)