Redelong, Infopublik - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi berkelanjutan di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan penguatan pendampingan bagi korban melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPA dan KB). Pendekatan ini diarahkan untuk mencegah kekerasan sejak dini sekaligus memastikan korban memperoleh perlindungan ketika kasus terjadi.
Hal tersebut disampaikan Dinas PPPA dan KB Kabupaten Bener Meriah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (21/9/2026). Dalam penanganan kasus kekerasan, terdapat bidang yang berfokus pada perlindungan hak perempuan dan perlindungan khusus anak.
Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak cukup dilakukan setelah kekerasan terjadi. Pencegahan perlu dibangun melalui edukasi dan pendekatan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
“Edukasi dan pendekatan kepada seluruh masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, ketika terjadi kasus, Dinas PPPA dan KB juga melakukan pendampingan melalui unit pelaksana teknis yang menangani perlindungan perempuan dan anak,” jelasnya.
Lingkungan sekolah menjadi salah satu sasaran penguatan edukasi. Melalui program SAPA Sekolah, Dinas PPPA dan KB hadir untuk memberikan pemahaman kepada siswa, antara lain melalui kegiatan sebagai pembina upacara.
Edukasi juga diperkuat melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Forum Anak, Duta Genre, serta Sekolah Siaga Kependudukan.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai perlindungan diri, pencegahan kekerasan, serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
“Di lingkungan sekolah kita memberikan penguatan dan edukasi terkait bagaimana mencegah serta menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Edukasi tersebut juga diarahkan pada konsep tiga zero, yakni zero kekerasan terhadap perempuan dan anak, zero perkawinan anak, serta zero penyalahgunaan narkotika.
Pencegahan juga diperkuat dari lingkungan keluarga. Dinas PPPA dan KB menempatkan keluarga sebagai benteng pertahanan pertama dalam memberikan perlindungan kepada anak. Salah satu pendekatan yang dilakukan melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Program ini mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Melalui PATBM, kita mengembalikan peran penting keluarga dalam penanganan dan perlindungan anak. Orang tua didorong untuk meningkatkan pola pengasuhan yang positif serta memahami berbagai perubahan perilaku yang terjadi pada anak,” katanya.
Penguatan pola pengasuhan dinilai penting agar orang tua mampu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Dengan komunikasi tersebut, orang tua diharapkan dapat mengenali lebih dini perubahan perilaku maupun persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan dan perkembangan anak.
Perlindungan anak juga diarahkan pada lingkungan di luar keluarga dan sekolah. Pemerintah daerah mendorong berbagai fasilitas pelayanan publik memperhatikan hak dan kebutuhan anak.
Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan Sekolah Ramah Anak serta dorongan agar fasilitas publik dan tempat ibadah memperhatikan aspek perlindungan anak.
“Ramah anak bukan sekadar menyediakan fasilitas, tetapi bagaimana hak-hak anak dalam hal perlindungan, kenyamanan, keamanan dan tumbuh kembang dapat ditingkatkan di seluruh ruang pelayanan publik,” jelasnya.
Dinas PPPA dan KB berharap edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat peran keluarga dan sekolah dalam mencegah kekerasan, juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak serta menekan kasus kekerasan di Kabupaten Bener Meriah.
“Melalui berbagai edukasi dan penguatan tersebut, kita berharap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bener Meriah dapat terus dicegah dan ditekan,” pungkasnya.