Demak, InfoPublik – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Kabupaten Demak tahun ini dikemas dengan pesan antikorupsi. Selain mengajak masyarakat menjaga kebugaran, kegiatan tersebut memperkenalkan gerakan senam kreasi bertajuk “Dendang Wali Ojo Korupsi” sebagai media edukasi untuk menanamkan nilai integritas sejak dini.
Kegiatan senam bersama digelar Sport Center Kabupaten Demak, Jumat (18/9/2026). Gerakan senam tersebut dirancang tidak hanya sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sarana sosialisasi nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Bupati Demak Eisti'anah mengatakan, membangun masyarakat yang sehat tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi fisik. Kesehatan jasmani perlu diimbangi dengan sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan transparansi perlu ditanamkan sejak dini, termasuk kepada anak-anak di lingkungan sekolah. Masyarakat juga perlu memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk tindakan korupsi.
“Semangat olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas harus kita bawa pula dalam kehidupan sehari-hari. Menang dengan cara yang benar, bekerja dengan cara yang benar, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh integritas,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengenal gerakan “Dendang Wali Ojo Korupsi” sebagai bagian dari kampanye antikorupsi. Senam kreasi ini menjadi media sosialisasi yang memadukan aktivitas fisik dengan pesan edukatif tentang pentingnya membangun budaya jujur dan berintegritas.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan gerakan senam kepada kalangan sekolah. Dengan pendekatan yang lebih dekat dengan aktivitas anak dan remaja, pesan antikorupsi diharapkan dapat dikenalkan melalui kegiatan yang sehat, edukatif, dan melibatkan masyarakat secara luas.
Melalui kegiatan Haornas, olahraga tidak hanya ditempatkan sebagai upaya menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat karakter dan kesadaran integritas. Pesan antikorupsi disampaikan melalui aktivitas yang mudah diikuti masyarakat dan dapat dikembangkan di lingkungan sekolah maupun komunitas.(red-kmf/nin/ist/apj/eyv)