Peluang Ekspor Terbuka, Pisang Mas Kirana Lumajang akan Diuji Pasar Singapura
Kominfo Lumajang/Ardi
Kominfo Lumajang/Ardi
Lumajang, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Food and Agriculture Organization (FAO) menjajaki peluang pemasaran Pisang Mas Kirana ke Singapura, termasuk kemungkinan pengiriman percobaan sebanyak 1–2 ton untuk menguji kualitas dan respons pasar.
Penjajakan dilakukan dengan mempertemukan potensi Pisang Mas Kirana dengan calon mitra pembeli di Singapura untuk membahas karakter produk, kebutuhan pasar, kesiapan pasokan, umur simpan, serta mekanisme distribusi.
Kepala Bidang Hortikultura Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan Pisang Mas Kirana memiliki karakter yang berpotensi memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
“Pisang Mas Kirana ini merupakan pisang lokal premium yang sudah memiliki indikasi geografis. Dari sisi kualitas, produk ini memiliki karakteristik yang menarik untuk pasar ekspor, sehingga kami terus mendorong agar potensi tersebut dapat dikembangkan,” ujar Hendra saat panen bersama petani di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Rabu (9/9/2026).
Saat ini, Pisang Mas Kirana dikembangkan sekitar 629 petani dengan luas lahan mencapai 238 hektare dan lebih dari 45 ribu pohon produktif.
Produksinya tercatat sekitar 43,8 ton per bulan. Dengan peningkatan produktivitas dan pengelolaan yang lebih optimal, kapasitas produksi disebut berpotensi mencapai sekitar 191 ton per bulan.
Menurut Hendra, selain kapasitas produksi, konsistensi mutu dan keberlanjutan pasokan menjadi faktor penting untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
“Dari sisi produksi, kita sudah memiliki basis yang cukup. Tinggal bagaimana meningkatkan konsistensi pasokan, kualitas, dan pengelolaannya agar bisa memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” jelasnya.
Pisang Mas Kirana memiliki ukuran relatif kecil dan seragam, kulit berwarna kuning keemasan, rasa manis, serta tingkat kemanisan sekitar 22–29 derajat Brix.
Produk tersebut juga telah memiliki perlindungan Indikasi Geografis yang menjadi salah satu nilai tambah dalam memperkuat identitas Pisang Mas Kirana sebagai produk asal Lumajang.
“Jadi, bukan hanya dari sisi rasa, tetapi juga ada aspek keamanan pangan dan identitas produk yang menjadi nilai tambah. Ini yang kami perkenalkan kepada calon pembeli di Singapura,” kata Hendra.
Dalam pembicaraan dengan calon mitra di Singapura, salah satu opsi yang dibahas adalah pengiriman percobaan sekitar 1–2 ton.
Pengiriman tersebut akan digunakan untuk melihat kondisi buah selama distribusi, kualitas setelah tiba di negara tujuan, serta respons pasar terhadap karakter Pisang Mas Kirana.
Hasil uji umur simpan yang disampaikan dalam penjajakan menunjukkan Pisang Mas Kirana dapat bertahan sekitar dua minggu pada suhu ruang.
Namun, pengiriman percobaan tetap diperlukan untuk mengevaluasi keseluruhan proses, mulai dari panen, pengemasan, pengiriman, hingga produk diterima calon pembeli.
“Untuk tahap awal, tentu kita perlu membangun kepercayaan melalui pengiriman percobaan. Setelah kualitas dan respons pasar sesuai, peluang kerja sama komersial bisa dikembangkan,” ujar Hendra.
Dalam penjajakan tersebut juga dibahas kemungkinan skema perdagangan yang melibatkan koperasi atau petani secara langsung.
Pada tahap awal, proses pengiriman dan pemenuhan persyaratan ekspor dapat melibatkan eksportir berpengalaman sehingga kelompok petani dapat mempelajari rantai perdagangan internasional secara bertahap.
Pemkab Lumajang juga masih menghadapi tantangan dalam menjaga kontinuitas produksi. Perubahan kondisi iklim disebut dapat menekan produksi Pisang Mas Kirana sekitar 15–20 persen.
Pendampingan kepada petani serta penggunaan pupuk organik terus dilakukan untuk menjaga kualitas dan produktivitas tanaman.
Hendra berharap penjajakan pasar Singapura dapat berkembang menjadi kerja sama komersial yang memberikan nilai tambah hingga tingkat petani.
Komunikasi antara pihak Lumajang dan calon mitra pembeli di Singapura akan dilanjutkan melalui kontak yang difasilitasi FAO.
“Harapannya, melalui penjajakan ini, Pisang Mas Kirana tidak hanya dikenal sebagai produk unggulan Lumajang, tetapi juga semakin memiliki peluang untuk diterima di pasar global,” pungkasnya.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)