GOPTKI Lumajang Dorong Kemandirian Anak Dibangun Sejak Usia TK
Kominfo Lumajang/Anam (Istimewa)
Kominfo Lumajang/Anam (Istimewa)
Lumajang, InfoPublik – Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Kabupaten Lumajang mendorong kemandirian anak dibangun sejak usia dini dengan memberikan kesempatan untuk mencoba, menyelesaikan kegiatan, dan bertanggung jawab sesuai kemampuan mereka.
Ketua GOPTKI Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, mengatakan kemandirian tidak terbentuk secara instan, tetapi tumbuh melalui pembiasaan yang dilakukan secara bertahap.
“Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk mencoba dan melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuannya. Dari kebiasaan sederhana itu, kemandirian mereka bisa tumbuh secara bertahap,” ujar Rahayu dalam peluncuran Pra Siaga TK di Objek Wisata Pemandian Selokambang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, guru tetap memiliki peran penting dalam mendampingi dan memberikan arahan. Namun, pendampingan tersebut perlu memberi ruang bagi anak untuk belajar menyelesaikan sesuatu secara mandiri.
“Yang penting anak mendapatkan kesempatan untuk belajar bertanggung jawab. Tidak harus langsung sempurna, karena prosesnya memang dilakukan sedikit demi sedikit,” katanya.
Rahayu menjelaskan, kemandirian pada usia taman kanak-kanak bukan berarti anak harus mampu melakukan seluruh aktivitas tanpa bantuan orang dewasa.
Anak perlu diberikan kesempatan untuk melakukan hal yang sudah sesuai dengan kemampuan dan tahap perkembangannya, sementara guru maupun orang tua tetap memberikan pendampingan ketika dibutuhkan.
Pembiasaan tersebut antara lain dapat dilakukan dengan mengajak anak mengikuti aturan, menyelesaikan kegiatan, menjaga barang miliknya, serta menjalankan tugas sederhana sesuai usia.
Dalam rangkaian Pra Siaga, anak-anak mendapatkan kesempatan mempraktikkan kebiasaan tersebut melalui berbagai kegiatan bersama.
Pendamping memberikan arahan, sementara anak didorong mengikuti kegiatan serta mengambil tanggung jawab sesuai kemampuan masing-masing.
Menurut Rahayu, pembiasaan yang dilakukan di sekolah perlu dilanjutkan secara konsisten dalam keluarga agar kemandirian anak terus berkembang.
“Di sekolah anak mendapat pembiasaan, sementara di rumah juga perlu diberi kesempatan untuk melakukan hal-hal sederhana yang memang sudah bisa dilakukan sendiri. Dengan begitu, kebiasaan mandiri dapat terus berkembang,” ungkapnya.
Orang tua juga didorong tidak selalu mengambil alih tugas yang sebenarnya sudah dapat dilakukan anak. Pendampingan dapat diberikan dengan tetap memberikan ruang bagi anak untuk mencoba dan belajar dari proses.
Peluncuran Pra Siaga TK digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Lumajang dengan tema “Bersama Mewujudkan Pra Siaga TK yang Mandiri dan Berkarakter untuk Menyongsong Wajib Belajar 13 Tahun”.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.100 peserta dari 21 kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Sebanyak 525 trofi juga disiapkan sebagai bentuk apresiasi kepada peserta dalam rangkaian kegiatan Pra Siaga.
Melalui pembiasaan di sekolah dan keluarga, GOPTKI Kabupaten Lumajang berharap anak dapat mengenali kemampuannya sekaligus belajar bertanggung jawab secara bertahap sejak usia dini.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved