Program Oplah Sentuh 1.622 Hektare di Pangkep, Pendapatan Petani Didorong Naik
Istimewa
Istimewa
Pangkep, InfoPublik – Sebanyak 1.622,01 hektare lahan pertanian di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, dioptimalkan melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan produktivitas dan intensitas tanam.
Program tersebut melibatkan 80 kelompok tani penerima manfaat dengan dukungan perbaikan dan penguatan infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi dan ketersediaan sumber air.
Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar, Rustan Massinai, mengatakan optimalisasi lahan diharapkan memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam.
"Harapan kami kepada penerima, dikerjakan secepatnya sehingga tidak ada lagi kekurangan air. Dari Oplah ini, yang sebelumnya satu kali tanam bisa menjadi dua sampai tiga kali panen," ujar Rustan dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan di Kantor Bupati Pangkep, Selasa (8/9/2026).
Menurut Rustan, bantuan Program Oplah disalurkan langsung ke rekening kelompok tani untuk dikelola secara swakelola sesuai kebutuhan dan ketentuan program.
"Dananya langsung kepada kelompok tani sebagai swakelola tipe 4. Jadi betul-betul bisa ada asas manfaatnya," katanya.
Ia berharap lahan yang mendapatkan dukungan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberi dampak terhadap peningkatan produksi pertanian.
"Kami berharap sekitar 1.600 hektare ini bisa dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.
Rustan mengatakan Program Oplah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat swasembada pangan melalui peningkatan produksi pertanian di daerah.
"Kami hanya sebagai jembatannya untuk menyampaikan harapan Bapak Presiden bahwa lahan harus dimanfaatkan dengan baik dan kita harus swasembada pangan," katanya.
BPLIP Kelas I Makassar juga mendorong Pemkab Pangkep kembali mengusulkan program pengembangan pertanian pada tahun berikutnya, termasuk penguatan irigasi dan pencetakan sawah baru.
Sementara itu, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian melalui Program Oplah.
Menurut Yusran, program tersebut dapat membantu mengoptimalkan lahan yang belum produktif sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian. Dengan program ini, lahan tidur sekitar 1.600 hektare bisa dialihfungsikan menjadi sawah dan bisa digunakan masyarakat untuk mendapat tambahan peningkatan ekonomi," kata Yusran.
Ia meminta kelompok tani penerima manfaat melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan agar dukungan pemerintah memberikan hasil yang maksimal.
"Kita berharap dari lahan tidur ini ada tambahan pendapatan baru untuk masyarakat. Kami titipkan kepada kelompok tani agar dikerjakan sesuai ketentuan," ujarnya.
Program Optimasi Lahan 2026 di Kabupaten Pangkep melibatkan 80 kelompok tani. Bantuan disalurkan langsung ke rekening masing-masing kelompok sesuai jenis dan kebutuhan kegiatan.
Melalui Program Oplah, pemerintah berharap perbaikan tata kelola air dan infrastruktur pertanian dapat meningkatkan pemanfaatan lahan, produksi pangan, serta pendapatan petani di Kabupaten Pangkep.
(Mcpangkajene/FAI)
© Copyright 2026, All Rights Reserved