Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Kubu Raya Hadapi Kemarau dan Karhutla
Istimewa
Istimewa
Kubu Raya, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya bersama ulama, TNI, Polri, aparatur pemerintah, dan masyarakat menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau yang berdampak pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ketersediaan air.
Salat Istisqa berlangsung di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2026) pagi.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar yang dilakukan bersamaan dengan berbagai langkah penanganan di lapangan.
“Salat Istisqa ini bagian dari upaya kita, bagian dari ikhtiar kita. Tetapi pada akhirnya kita memasrahkan diri kepada Allah SWT,” ujar Sujiwo usai mengikuti Salat Istisqa.
Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu terus melakukan berbagai upaya menghadapi dampak kemarau, sekaligus berdoa agar kondisi tersebut segera berakhir.
“Kita berusaha semaksimal mungkin. Kita lakukan berbagai upaya, tetapi kita juga menyadari bahwa kemampuan manusia terbatas. Karena itu, kita memohon dan memasrahkan semuanya kepada Allah SWT,” katanya.
Sujiwo berharap hujan dapat membantu penanganan titik-titik kebakaran serta memulihkan ketersediaan air bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kita berharap hujan segera turun. Mudah-mudahan dengan turunnya hujan, api-api yang masih ada dapat padam dan masyarakat juga mendapatkan kembali sumber air yang cukup,” ujarnya.
Salat Istisqa tersebut turut diikuti Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, Sekretaris Daerah Kubu Raya Yusran Anizam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, pegawai pemerintah, serta masyarakat.
Komandan Kodim 1207/Pontianak Letkol Inf Robbi Firdaus juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Salat Istisqa dipimpin KH Ahmad Sudi sebagai imam, sedangkan KH Zamroni Hasan bertindak sebagai khatib. Zikir bersama dipimpin Ustaz Muhammad Jalaludin.
Menurut Sujiwo, doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat menghadapi kemarau setelah berbagai upaya penanganan dilakukan pemerintah bersama unsur terkait.
“Kita sudah berikhtiar. Sekarang kita berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Semoga doa kita dikabulkan dan hujan segera diturunkan untuk Kubu Raya,” ucapnya.
Kemarau yang berlangsung di Kubu Raya turut meningkatkan risiko karhutla serta memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat di sejumlah wilayah.
Pemkab Kubu Raya berharap turunnya hujan dapat membantu penanganan karhutla sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.
(DiskominfoKKR/Rls/Heri/ird)
© Copyright 2026, All Rights Reserved