SLEMAN, InfoPublik – MAN 4 Sleman menggelar Debat Kandidat dan Pemungutan Suara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) Periode 2026/2027 di lingkungan madrasah setempat, Selasa (8/9/2026).
Ajang ini diselenggarakan bukan sekadar regenerasi organisasi siswa, melainkan sebagai sarana konkret pendidikan demokrasi dan politik bagi para pemilih pemula.
Pembina MPK MAN 4 Sleman, Nira Intan Sari, menjelaskan bahwa Pemilos memberikan pengalaman praktis kepada peserta didik untuk memahami prinsip pemilu, melatih tanggung jawab atas hak pilihnya, serta menghargai perbedaan pandangan politik secara beretika.
Pelaksanaan pesta demokrasi madrasah ini mendapat apresiasi langsung dari Komisioner KPU Kabupaten Sleman, Huda Al-Amna, yang hadir memantau jalannya pemungutan suara.
Ia menilai tata kelola Pemilos MAN 4 Sleman sudah menyerupai standar pemilu profesional.
“Pemilos ini menjadi sarana belajar langsung tentang sistem demokrasi sekaligus menjadi pendidikan politik yang efektif bagi kalangan pelajar sebagai pemilih pemula,” ujar Huda.
Inovasi menarik terlihat pada sistem pemungutan suara yang memanfaatkan aplikasi "Si Manis", yakni perangkat lunak voting daring hasil pengembangan internal guru MAN 4 Sleman.
Menggunakan Nomor Induk Siswa (NIS) dan kode one-time code (OTP), sistem ini menjamin asas satu orang satu suara.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Nuke Koesrini, menambahkan, penggunaan aplikasi yang dipadukan dengan strategi jemput bola oleh panitia ke tiap kelas dan ruang kerja terbukti efektif meminimalkan angka golput serta menutup celah manipulasi suara.
Melalui simulasi pemilu digital ini, MAN 4 Sleman membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi laboratorium demokrasi yang adaptif, melahirkan calon pemimpin yang berintegritas, serta membentuk pemilih masa depan yang kritis dan bertanggung jawab. (MC Sleman / KIM Sumber Biwara Moyudan / Edy)