Desa Tebon Sulap Sampah Bernilai Ekonomi Jadi Tabungan Pajak
Istimewa
Istimewa
Bojonegoro, InfoPublik – Warga Desa Tebon, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, memanfaatkan nilai ekonomi sampah. Untuk membantu membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui inovasi Sampah untuk Bayar Pajak (SAJAK).
Program yang diluncurkan pada 7 Agustus 2026 tersebut menerima sejumlah jenis sampah bernilai ekonomi, antara lain plastik, kardus, dan besi.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Tebon, Yani Suryani, mengatakan SAJAK dikembangkan untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.
“Program SAJAK untuk lingkungan lestari. Ini sudah di-launching awal Agustus lalu,” kata Yani pada Rabu (26/8/2026).
Yani menjelaskan masyarakat dapat menyetorkan sampah bernilai ekonomi setiap bulan. Nilai hasil pengumpulan tersebut kemudian direkap hingga akhir tahun dan dimanfaatkan untuk pembayaran PBB pada tahun berikutnya.
Apabila nilai sampah yang terkumpul lebih besar daripada jumlah PBB yang harus dibayar, selisihnya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk uang.
“Saat ini, jenis sampah yang diterima melalui program SAJAK antara lain plastik, kardus, dan besi,” jelasnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, Desa Tebon juga telah memiliki sejumlah program dan layanan masyarakat, salah satunya Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Terlebih inovasi di Desa Tebon ini sampah untuk pembayaran pajak. Di beberapa desa yang kita kunjungi juga ada seperti di sini, ini sangat bagus sekali,” ungkapnya.
Kunjungan terpadu TP PKK Kabupaten Bojonegoro tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan administrasi dan penyampaian sejumlah materi kepada masyarakat.
Materi yang diberikan antara lain pengembangan GAYATRI, pencegahan pernikahan dini, serta sosialisasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK.
Cantika mengatakan pencegahan pernikahan dini dapat didukung dengan memberikan ruang kepada remaja untuk mengembangkan potensi, mengikuti kegiatan positif, dan merencanakan masa depan.
“Untuk meminimalisir pernikahan dini, para remaja bisa diajak aktif mengikuti berbagai ajang seperti Duta Kange Yune, Duta Genre, juga ada lomba cegah pernikahan dini,” jelasnya.
Ia juga mengajak remaja mengenali dan mempromosikan potensi wisata di daerahnya. Waduk Sonorejo dan Waduk Prangi, misalnya, dinilai dapat menjadi ruang bagi remaja untuk menghasilkan konten positif sekaligus memperkenalkan potensi lokal.
“Kita ajak membuat konten di tempat-tempat wisata tersebut agar para remaja di Bojonegoro lebih berpikir untuk masa depan,” tambahnya.
Dalam rangkaian kunjungan, TP PKK Kabupaten Bojonegoro turut menyerahkan bantuan kepada ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan risiko tinggi, balita dengan gizi kurang, lanjut usia yang hidup sendiri, serta remaja.
Rombongan juga meninjau Posyandu enam SPM, PAUD desa, kelompok lanjut usia, kegiatan GAYATRI, serta pengepul barang bekas yang menjadi bagian dari pelaksanaan SAJAK.
Melalui inovasi tersebut, Desa Tebon berupaya menggabungkan pengelolaan sampah, manfaat ekonomi, dan pemenuhan kewajiban PBB dalam satu program berbasis partisipasi masyarakat.
[ai/nn]
© Copyright 2026, All Rights Reserved