Raja Ampat, InfoPublik- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama Panitia Konsultasi Nasional (KONAS) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak (FK-PKB) PGI terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan pada 8–12 September 2026.
Pemantapan persiapan dibahas dalam rapat finalisasi Panitia KONAS XIX FK-PKB PGI di Aula Wayag, Kantor Bupati Raja Ampat, Jumat (14/8/2026). Rapat dipimpin Ketua Umum Panitia KONAS XIX yang juga Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam dan dihadiri jajaran panitia, Wakil Ketua Klasis Sorong sekaligus Panitia Transit Fanik Tehupeiory, serta pimpinan jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kota Waisai.
Orideko mengatakan, waktu persiapan yang tersisa harus dimanfaatkan secara maksimal. Seluruh panitia dan pihak yang terlibat diminta memastikan tugas masing-masing dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kalau dilihat tadi, KONAS tinggal 22 hari. 22 hari ini bagaimana kita melakukan persiapan-persiapan untuk kegiatan KONAS bisa dilaksanakan,” tegas Orideko.
Ia mengatakan, pelaksanaan KONAS XIX membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk gereja-gereja di Kota Waisai. Keterlibatan gereja dinilai penting untuk memberikan pelayanan kepada peserta yang datang dari berbagai sinode di Indonesia.
“Kita sedang bekerja bersama-sama dan kami berharap semua bisa mendukung kegiatan ini,” ujar Orideko.
Menurut dia, peserta perlu mendapatkan pelayanan sejak tiba di Raja Ampat hingga kembali ke daerah masing-masing. Karena itu, koordinasi antara panitia, gereja, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
“Kita sama-sama antisipasi. Karena yang datang ini kita pertimbangkan semua, sehingga mereka juga bisa kita sama-sama melayani mereka semua dalam kegiatan KONAS PKB-PGI yang dilaksanakan di Raja Ampat,” kata dia.
Orideko juga mengapresiasi pimpinan jemaat dan denominasi gereja yang hadir dalam rapat finalisasi serta menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan KONAS XIX.
“Terima kasih untuk Bapak-Ibu yang hadir semua dari denominasi gereja yang ada di Waisai, ikut berpartisipasi hari ini dan kami mau dukungan juga untuk bisa berjalannya kegiatan ini,” ungkapnya.
Selain kesiapan panitia dan pelayanan peserta, Orideko meminta lingkungan Kota Waisai ditata dan dirapikan untuk menyambut kedatangan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
“Semua lingkungan dalam kota juga harus kita rapikan, kita tata semua untuk mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan ini,” ujar dia.
Sekretaris Panitia KONAS XIX FK-PKB PGI Alfred Suruan mengatakan, koordinasi dan komunikasi persiapan telah dilakukan secara intensif selama kurang lebih dua bulan. Panitia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah penginapan, resor, dan hotel di Kota Waisai untuk memastikan ketersediaan akomodasi peserta.
KONAS XIX FK-PKB PGI diperkirakan dihadiri sekitar 750 peserta dari berbagai sinode di Indonesia. Jumlah tersebut membutuhkan kesiapan pelayanan, akomodasi, dan transportasi selama peserta berada di Raja Ampat.
Sementara itu, Wakil Ketua Klasis Sorong sekaligus Panitia Transit Fanik Tehupeiory menyampaikan kesiapan tim transit dalam mendukung mobilisasi peserta menuju Raja Ampat.
Fanik menjelaskan, tim transit bertugas memastikan peserta dari berbagai sinode dapat tiba di Waisai dengan baik, termasuk mengatur mekanisme kedatangan, penjemputan, hingga keberangkatan kembali.
“Jadi tugas kami bagaimana peserta-peserta datang dari setiap sinode-sinode yang ada di Indonesia ini mungkin bisa sampai dengan baik di Waisai,” jelas Fanik.
Menurut Fanik, koordinasi jadwal transportasi perlu dilakukan secara cermat karena terdapat keterbatasan waktu keberangkatan menuju Raja Ampat. Panitia transit pun terus berkoordinasi dengan panitia di Raja Ampat agar pelayanan peserta berjalan efektif sejak kedatangan hingga kembali ke daerah asal.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Raja Ampat menunjukkan keramahan dan kesiapan daerah dalam menyambut peserta dari berbagai wilayah Indonesia.