Padang Gaet Investasi Pariwisata Rp2,2 Triliun untuk Kawasan Padang Sarai
Penandatangan MoU di Rumah Dinas Wali Kota Padang,
Penandatangan MoU di Rumah Dinas Wali Kota Padang,
Padang, Infopublik – Pemerintah Kota Padang kembali mencatat langkah strategis dalam memperkuat iklim investasi daerah. Kali ini, investasi besar senilai Rp2,2 triliun siap masuk melalui rencana pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai di Kecamatan Koto Tangah, yang diproyeksikan menjadi magnet ekonomi baru bagi Kota Padang.
Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama investasi dan pembangunan kawasan wisata terpadu yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (11/6/2026).
Kesepakatan itu ditandatangani oleh pemilik lahan, Fauzi Bahar, bersama para investor utama, yakni Dede Mulyana selaku Direktur PT Tasake Indo Service, Muhammad Yunus selaku Direktur PT Nusa Indah Permata, dan Syafri selaku Direktur PT Win Sekawan Utama.
Turut hadir dalam agenda tersebut Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatra Barat Luhur Budianda, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang investasi seluas-luasnya dengan memberikan kemudahan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena, investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami mendukung penuh pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai ini dan berharap proyek dapat segera memasuki tahap groundbreaking. Pemerintah Kota Padang siap memberikan kemudahan investasi sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Fadly menilai masuknya investasi besar di sektor pariwisata menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Kota Padang. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan investasi daerah yang terus menunjukkan tren positif.
Sepanjang 2025, realisasi investasi di Kota Padang—baik penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri—mencapai sekitar Rp4,5 triliun. Sektor hotel dan restoran tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar.
Menurut Fadly, capaian tersebut memperlihatkan bahwa Padang semakin menarik sebagai tujuan investasi, terutama pada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi seperti pariwisata, perhotelan, kuliner, dan jasa.
Momentum investasi ini juga dinilai selaras dengan agenda besar Pemerintah Kota Padang yang tengah mendorong penguatan identitas kota sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus calon Kota Kreatif Gastronomi UNESCO.
Status tersebut diyakini dapat meningkatkan daya tarik Padang di mata wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.
Pemilik lahan sekaligus mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, menyampaikan apresiasi atas dukungan cepat dari Pemerintah Kota Padang terhadap rencana pembangunan kawasan tersebut.
Ia menjelaskan kawasan wisata terpadu yang dirancang akan mengusung konsep modern dan komprehensif dengan fasilitas berskala besar.
“Kami membutuhkan dukungan dari Bapak Wali Kota, baik berupa kemudahan perizinan maupun dukungan infrastruktur. Nilai investasi yang akan direalisasikan mencapai Rp2,2 triliun, mencakup pembangunan tiga hotel, lapangan golf, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Tasake Indo Service Dede Mulyana optimistis proyek tersebut akan berkembang menjadi kawasan wisata unggulan yang memberi dampak ekonomi luas bagi masyarakat.
Ia mengatakan pengalaman perusahaan dalam mengembangkan kawasan wisata terpadu di berbagai daerah menjadi modal penting untuk merealisasikan proyek di Padang Sarai.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan terhadap investasi ini. Kami berharap pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dede.
Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai dirancang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan sektor jasa, perdagangan, dan UMKM lokal.
Dengan sinergi antara pemerintah, investor, dan pemilik lahan, proyek ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu pusat pariwisata dan investasi utama di Sumatra Barat.
Lebih dari itu, investasi berskala besar seperti ini dipandang sebagai katalis bagi transformasi ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
(Charlie)