Raja Ampat, InfoPublik- Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau kesiapan operasional RSUD Tipe C di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (22/4/2026), untuk memastikan fasilitas dan layanan kesehatan siap berfungsi optimal menjelang peresmian yang dijadwalkan pada 9 Mei 2026.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat akses dan mutu layanan kesehatan di Papua Barat Daya, khususnya wilayah kepulauan Raja Ampat.
Dalam peninjauan itu, Wapres didampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Bupati Raja Ampat Orideko I. Burdam, serta Wakil Bupati Mansur Syahdan bersama sejumlah pejabat terkait.
Rombongan disambut tarian adat Papua dan diterima jajaran Dinas Kesehatan serta manajemen RSUD Raja Ampat di pintu utama rumah sakit.
Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi L. Maspaitella, menyampaikan bahwa kunjungan Wapres menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.
“Luar biasa respons beliau. Apa yang kami butuhkan seolah sudah ada dalam perhatian beliau,” ujar dia.
Meidi menjelaskan, RSUD Raja Ampat saat ini melayani 121 kampung melalui 24 puskesmas, namun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
“Saya sampaikan langsung bahwa kondisi di lapangan masih sangat terbatas, termasuk fasilitas di sejumlah puskesmas,” kata dia.
Ia menambahkan, sejumlah kebutuhan prioritas yang disampaikan kepada Wapres antara lain penambahan tempat tidur pasien, perlengkapan kamar operasi, pengadaan alat MRI, peningkatan jaringan komunikasi, serta penguatan tenaga kesehatan dan sistem layanan kegawatdaruratan.
“Yang kami sampaikan secara rinci antara lain bed pasien, perlengkapan kamar operasi, alat MRI, serta jaringan komunikasi yang masih menjadi kendala,” tambah dia.
Menurut Meidi, Wapres merespons cepat berbagai masukan tersebut dan langsung mengoordinasikan tindak lanjut dengan pihak terkait di tingkat pusat.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan fasilitas RSUD Tipe C Raja Ampat sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan kawasan pariwisata strategis.
(Petrus Rabu/MC Raja Ampat)