Raja Ampat, InfoPublik- Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, meminta aparatur sipil negara (ASN) menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Hal ini diungkapkan Orideko saat memimpin apel pencanangan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Jumat (6/3/2026).
Dalam arahannya, Orideko menekankan bahwa gerakan ini harus melibatkan seluruh pihak di daerah, mulai dari instansi pemerintah hingga masyarakat luas.
“Gerakan kebersihan lingkungan ini merupakan bagian dari program nasional, sehingga semua instansi di daerah harus terlibat bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar dia.
Sebagai implementasi program, Pemkab Raja Ampat menghidupkan kembali “Jumat Pagi Bersih Lingkungan” yang sebelumnya belum berjalan konsisten.
“Program ini sebenarnya dulu sudah pernah ada, tetapi tidak berjalan. Karena itu kita hidupkan kembali supaya setiap hari Jumat pagi kita wajib melakukan kegiatan bersih lingkungan,” kata dia.
Orideko menegaskan aparatur pemerintah harus menjadi contoh bagi masyarakat, dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, seperti membuang dan memilah sampah dengan benar.
“Kita harus mulai dari diri kita sendiri dan dari rumah kita. Sampah harus dibuang pada tempatnya dan mulai dipilah, mana sampah plastik dan mana sampah organik. Jangan semuanya dicampur menjadi satu,” ujar dia.
Ia juga menyinggung kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi pinang agar tetap menjaga kebersihan lingkungan.
“Kita tidak melarang orang makan pinang karena itu budaya kita. Tetapi ludah pinang harus pada tempatnya. Ke depan kita akan siapkan tempat khusus supaya orang tidak lagi meludah sembarangan,” kata dia.
Selain itu, Orideko mengingatkan penerapan hari bebas kendaraan di kawasan perkantoran setiap Jumat. ASN diimbau berjalan kaki atau menggunakan sepeda agar lingkungan lebih bersih dan sehat.
“Kalau hari Jumat, kita coba belajar berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Selain membuat lingkungan lebih bersih, itu juga baik untuk kesehatan,” ujar dia.
Ia juga mendorong penggunaan sepeda bagi pelajar untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
“Kalau anak-anak ke sekolah menggunakan sepeda, risiko kecelakaan bisa lebih kecil. Mari kita ajak anak-anak kita untuk bersepeda dan mulai mengurangi penggunaan motor,” kata dia.
Setiap organisasi perangkat daerah (OPD), tegas dia, instansi, dan paguyuban juga diberi tanggung jawab menjaga kebersihan area tertentu di Kota Waisai. Area tersebut tidak hanya dibersihkan tetapi juga ditata agar lebih indah dengan menanam bunga dan mempercantik lingkungan sekitar.
“Nanti setiap instansi kita bagi tanggung jawab wilayahnya. Lingkungan itu harus bersih dan indah. Tanam bunga dan tata supaya terlihat bagus,” ujar dia.
Ia berharap Gerakan Indonesia ASRI menjadi budaya baru bagi masyarakat, sehingga kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi kebiasaan di seluruh wilayah Kabupaten Raja Ampat.
“Kita harus mulai dari diri kita sendiri. Jangan hanya menyalahkan orang lain. Kalau kita semua disiplin menjaga kebersihan, lingkungan kita pasti akan bersih dan indah,” tegas dia.
(Petrus Rabu/MC Raja Ampat)