- Oleh MC PROV RIAU
- Minggu, 30 Maret 2025 | 14:39 WIB
© 2023 - Portal Berita InfoPublik.
:
Oleh MC PROV RIAU, Selasa, 1 April 2025 | 08:32 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 150
Dumai, InfoPublik – Gubernur Riau, Abdul Wahid, memimpin apel kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung di Bandara Pinang Kampai, Kota Dumai, Kamis (27/3/2025). Apel tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla di wilayah Provinsi Riau.
Dalam arahannya, Gubernur Wahid menyampaikan apresiasi kepada Polda Riau atas penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menangani bencana karhutla.
“Kerja sama yang solid antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk menangani masalah ini,” tegas Wahid.
Ia menekankan bahwa koordinasi lintas sektor, termasuk instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat, menjadi kunci dalam penanganan karhutla yang efektif.
Gubernur Wahid juga menyoroti pentingnya penggunaan anggaran secara tepat untuk mendukung upaya patroli, sosialisasi, dan pemadaman cepat.
“Kita harus memastikan pemadaman dilakukan segera untuk mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.
Provinsi Riau menghadapi tantangan besar dalam penanganan karhutla, karena memiliki luas lahan gambut mencapai 5,095 juta hektare, atau sekitar 52 persen dari total lahan gambut di Pulau Sumatera. Lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dijangkau, serta keterbatasan sumber air, menjadi kendala utama.
“Kita menghadapi tantangan yang cukup besar, apalagi dengan luasnya lahan gambut. Akses ke lokasi dan kekurangan air menjadi hambatan yang harus segera diatasi,” jelasnya.
Menurut data terbaru dari Pusdalops BPBDPK Provinsi Riau, sejak 1 Januari hingga 27 Maret 2025 tercatat 168 titik panas (hotspot) dan 18 titik api (firespot) dengan total luas lahan terbakar 76,81 hektare. Rinciannya antara lain:
“Data ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih waspada dan meningkatkan upaya pencegahan,” ungkap Wahid.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi serta mengambil langkah-langkah antisipatif guna melindungi masyarakat dan lingkungan.
“Kita harus bersatu dan bekerja sama untuk melindungi Riau dari bencana karhutla. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mengatasi tantangan ini,” pungkasnya.
(Ns)