Sabtu, 22 Maret 2025 21:45:32

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Gorontalo Salurkan Bantuan Senilai Rp1,078 Miliar

: Gubernur Gusnar Ismail berdialog dengan petani saat melakukan kunjungan kerja di Desa Suka Makmur Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Rabu (19/3/2025). (Foto : Rian)


Oleh MC PROV GORONTALO, Kamis, 20 Maret 2025 | 10:03 WIB - Redaktur: Eko Budiono - 117


Kabupaten Gorontalo, InfoPublik - Pemerintah Provinsi Gorontalo  menyalurkan bantuan pertanian senilai Rp1,078 miliar, terdiri dari bantuan benih padi sejumlah Rp871 juta dan benih jagung Rp207 juta.

“Bantuan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi padi dan jagung. Kami ingin meyakinkan bahwa pemerintah dan negara senantiasa hadir di tengah-tengah petani,” kata Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, usai penyerahan bantuan pada kegiatan panen padi, yang dirangkaikan dengan sosialisasi pembelian gabah, beras, dan jagung, di Desa Suka Makmur Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Rabu (19/3/2025).

Bantuan benih padi di Kecamatan Tolangohula untuk lahan seluas 2.600 hektar dan jagung 245 hektar. Kementerian Pertanian tahun ini mengalokasikan bantuan benih padi untuk Provinsi Gorontalo senilai Rp8,577 miliar untuk lahan seluas 24.815 hektar. Sedangkan untuk benih jagung senilai  Rp11,496 miliar dengan lahan seluas 17.357 hektar.

Pada sesi dialog dengan petani,  Gusnar memaparkan program pembelian gabah, beras, dan jagung oleh pemerintah melalui Bulog. Pembelian gabah kering giling sebesar Rp6.500 per kilogram dengan subsidi pengangkutan ke penggilingan Rp800 per kilogram. Sedangkan untuk jagung, Bulog akan membeli dengan harga Rp5.500 per kilogram dengan kadar air 14 persen.

“Pemerintah sudah menetapkan harga pengambilan gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 14 persen. Harga ini sangat menguntungkan petani,” ujar Gusnar.

Pada kunjungan kerjanya itu, Gusnar menerima beragam aspirasi yang disampaikan oleh petani terkait permasalahan yang mereka hadapi. Mulai dari persoalan bibit, pupuk, kadar air jagung, infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, hingga keberadaan tambang ilegal yang menyebabkan sedimentasi irigasi. (mcgorontaloprov/haris)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC PROV GORONTALO
  • Kamis, 20 Maret 2025 | 07:32 WIB
Pemprov Gorontalo Cairkan Gaji ke-14 dan TPP THR ASN
  • Oleh MC PROV GORONTALO
  • Selasa, 18 Maret 2025 | 08:20 WIB
Instruksi Gubernur, BPBD Provinsi Gorontalo Dirikan Posko Siaga Bencana