- Oleh MC KAB BULELENG
- Kamis, 20 Maret 2025 | 19:16 WIB
:
Oleh MC KAB BULELENG, Senin, 17 Maret 2025 | 09:51 WIB - Redaktur: Untung S - 144
Buleleng, InfoPublik – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng mengintensifkan program Kunjungan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
Program itu tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Pelatihan ini mencakup pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.
"Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal," ujar Budiastawan, Jumat (14/3/2025).
Pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi. Faktor risiko utama meliputi kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.
Dengan peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.
Imbauan untuk Pasangan Usia Subur
Budiastawan juga mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.
"Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting," tutup Budiastawan.
Program kunjungan spesialis Obgyn ke Puskesmas ini merupakan upaya Dinkes Buleleng untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan menekan angka kematian ibu serta bayi. Dengan pelatihan dan pendampingan yang intensif, tenaga kesehatan di Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan mendeteksi risiko kehamilan secara dini. (MC Kab. Buleleng/Suy)