- Oleh MC KAB TANAH DATAR
- Jumat, 28 Maret 2025 | 01:31 WIB
© 2023 - Portal Berita InfoPublik.
:
Oleh MC KOTA PADANG, Minggu, 23 Februari 2025 | 11:03 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 173
Padang, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang terus berupaya menekan angka stunting meskipun di tengah efisiensi anggaran yang mulai diterapkan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memaksimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta mendorong program Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Eri Sendjaya, menyatakan bahwa TPK memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga berisiko stunting.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan orientasi TPK bersama BPJS Kesehatan di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat pada Kamis (20/2/2025).
"Anggota TPK bersinergi dalam pendampingan dan penyuluhan kepada keluarga berisiko stunting. Selain itu, mereka juga bertugas melakukan pendataan serta merekomendasikan warga yang membutuhkan bantuan sosial," ujar Eri Sendjaya.
TPK terdiri dari bidan atau tenaga kesehatan, Tim Penggerak PKK, serta Kader KB, yang memiliki peran strategis dalam mendukung penurunan angka stunting di Kota Padang.
Selain memaksimalkan peran TPK, Pemkot Padang juga menggandeng pihak ketiga melalui program Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Camat di setiap kecamatan didorong untuk berperan aktif dalam menggerakkan inisiatif ini.
"Efisiensi anggaran memang berpengaruh, tetapi tidak mengurangi output yang kami lakukan. Kualitas program tetap menjadi prioritas, dengan menyesuaikan alokasi anggaran yang ada," jelasnya.
Eri Sendjaya menegaskan bahwa keterbatasan anggaran justru mendorong inovasi dalam pelaksanaan program pencegahan stunting.
"Agar tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, kita bisa memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dan kolaborasi dengan pihak ketiga untuk mendukung program ini," tegasnya.
(MC Padang/RA)