- Oleh MC KAB BULELENG
- Rabu, 11 Desember 2024 | 22:50 WIB
: Kabupaten Buleleng tengah bersiap-siap mengikuti ajang penghargaan Swastisaba sebagai Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2025. (Foto: istimewa)
Oleh MC KAB BULELENG, Minggu, 1 Desember 2024 | 16:52 WIB - Redaktur: Bonny Dwifriansyah - 124
Buleleng, InfoPublik - Kabupaten Buleleng bersiap-siap mengikuti penghargaan Swastisaba sebagai Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2025. Hal ini telah dilakukan fasilitasi/pembinaan pemerintah daerah menuju Kabupaten/Kota Sehat oleh Tim Pembina KKS Provinsi Bali kepada Tim Pembina KKS Kabupaten dan Forum KKS Kabupaten Buleleng di ruang rapat Bappeda, beberapa hari lalu.
Ditemui pada Jumat (29/11/2024), mewakili Ketua Tim Pembina KKS Buleleng Kepala Bappeda Kabupaten Buleleng, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Ida Ayu Septiani Utami mengatakan pihaknya optimistis mengikuti Swastisaba dengan beberapa indikator yang telah ditetapkan, seperti kelembagaan mulai ditingkat desa sampai kabupaten dengan pelibatan OPD lintas sektor dan program, sanitasi, PHBS dan dokumen-dokumen pendukung lainnya melalui aplikasi Siap Swastisaba.
"Komitmen tim dari seluruh unsur yang sangat kita butuhkan tidak hanya saat ada penghargaannya saja, tapi juga komitmen berkelanjutan untuk Buleleng sebagai kabupaten/kota sehat," tuturnya.
Sementara itu, secara teknis, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Gede Suratanaya mengatakan kegiatan ini sebagai persiapan verifikasi penghargaan Swastisaba 2025 yang waktu penilaian hingga Mei 2025. Untuk itu, pihaknya bersama Forum KKS terus berproses mempersiapkan tahapan pelaksanaannya.
"Kita sudah bentuk tim pembina kabupaten, forum kota sehat kabupaten, forum komunikasi kecamatan serta pokja desa/kelurahan dan Pemkab Buleleng untuk mengidentifikasi program kegiatan di masing-masing sektor. Kita pastikan siap mengikuti Penghargaan Swastisaba KKS 2025," ungkapnya.
Ditambahkannya, indikator penilaian KKS 2023 terdiri atas persentasi jamban masyarakat, tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri, tatanan pemukiman dan fasilitas umum, pendidikan, pasar, transportasi dan lalulintas, kebencanaan, kehidupan sosial, serta tatanan perindustrian dan perkantoran.
"KKS 2023 beda dengan Swastisaba KKS 2025, ada penambahan indikator penguatan kelembagaan, baik tingkat kabupaten sampai desa. Selain itu, memperhatikan validitas bukti dukung. Dari semua tatanan skor minimal dicapai 71 persen akan mendapat penghargaan kategori Padapa, 81 persen Wiwerda, dan 91 persen Wistara," paparnya.
Untuk diketahui, KKS adalah pendekatan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat lintas program dan lintas sektor dengan kondisi kabupaten/kota yang bersih, sehat, aman dan nyaman untuk dihuni penduduk dengan penyelenggaraaan tatanan yang terintegrasi dan disepakati masyarakat serta pemerintah daerah. (MC Kab.Buleleng/wd)