GEN Aceh Latih Belasan Remaja jadi Edukator Bahaya Rokok

: Belasan remaja di gampong Jawa dilatih menjadi edukator bahaya rokok


Oleh MC PROV ACEH, Selasa, 12 Maret 2024 | 20:27 WIB - Redaktur: Inda Susanti - 261


Banda Aceh, InfoPublik – Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menggelar pelatihan bagi para remaja di desa atau gampong Jawa, kecamatan Kuta Raja, kota Banda Aceh. Nantinya, mereka akan menjadi edukator terkait bahaya rokok.

Pelatihan yang digelar pada Senin (11/3/2024) bertujuan untuk membentuk kader remaja yang mampu memberikan edukasi bahaya rokok bagi masyarakat sekitar, terutama teman sebayanya. 

Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian pembentukan Taman Edukasi Kesehatan Remaja (TaKasi-SeRa) gampong Jawa dengan dukungan dari UNICEF Indonesia.

Bertopik “Gampong Sehat Bebas Rokok, Gampong Aman Bebas DBD”, program TaKasi-SeRa diharapkan mampu membentuk anak-remaja penggerak kesehatan masyarakat.

Pelatihan ini dihadiri oleh 17 orang peserta yang terdiri dari kader TaKasi-SeRa gampong Jawa, fasilitator GEN-A, serta perwakilan Forum Anak Kota Banda Aceh.

Mengundang dr Imam Maulana sebagai trainer, para peserta diberikan edukasi bahaya rokok dan dilatih keterampilan komunikasi untuk memberikan edukasi kepada teman sebaya.

Hal ini dilakukan sebagai persiapan untuk para kader yang mana nantinya mereka dibawa untuk tur edukasi ke sekolah dan panti asuhan di Banda Aceh.

“Rokok berbahaya karena dapat menyababkan berbagai penyakit dan kecanduan. Terdapat kurang lebih 4.000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker (karsinogenik),” terang dr Imam.

“Selain itu, asap rokok yang dihirup baik oleh perokok aktif atau perokok pasif dapat menyebabkan berbagai penyakit muali dari rambut rontok, gigi karies, penyakit jantung, hingga kanker yang menyebabkan amputasi dan kematian,” urainya lagi.

Sebagai tambahan, dr Imam juga menjelaskan cara mencegah bahaya rokok. Pertama, mencegah dengan tangan, yaitu dengan membuang rokok yang ditemukan ke tempat sampah, dengan syarat dilakukan jika tidak ada risiko yang membahayakan.

Jika tidak mampu dengan tangan, maka dapat dengan cara kedua yaitu mencegah dengan lisan. Mencegah dengan lisan artinya mencegah dengan kata-kata. Misalnya, ketika di sekitar ada yang merokok maka kita bisa meminta dengan sopan kepada perokok tersebut untuk tidak merokok disekitar sini karena terdapat anak-anak.

Jika tidak mampu juga, maka cegah dengan hati, yaitu mendoakan agar perokok tersebut digerakkan hatinya oleh Allah SWT untuk tidak lagi merokok karena membahayakan dirinya dan orang sekitarnya.

Usai penyampaian materi oleh trainer, peserta mengikuti latihan praktik edukasi secara individu. Pada sesi praktik, setiap kader dibimbing mentor untuk latihan praktik edukasi dan memberikan umpan balik personal.

Sementara itu, salah satu remaja peserta pelatihan, Asmaul Husna (17), mengaku senang mengikuti kegiatan ini karena bisa bertemu para pelatih dan mentor yang mau berbagi ilmu.

“Semoga ke depannya pelajaran ini bisa diulang-ulang dan diperbarui supaya kita bisa menambah ilmu dan membagikannya kepada orang lain,” ucapnya. (mc04) 

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Rabu, 13 Maret 2024 | 12:04 WIB
Mau Berburu Takjil di Kota Banda Aceh? Cek Lokasi 26 Sentra Kuliner Ramadan
  • Oleh MC PROV ACEH
  • Selasa, 12 Maret 2024 | 16:02 WIB
Kendalikan Banjir, Pemkab Aceh Singkil Kucurkan Rp25 Miliar
  • Oleh MC PROV ACEH
  • Minggu, 10 Maret 2024 | 07:43 WIB
Kebutuhan Daging Meugang Ramadan di Simeulue Lampaui 20 Ton
  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Minggu, 10 Maret 2024 | 21:24 WIB
Cegah Stunting, 42 Anak di Kecamatan Meuraxa Terima Paket PMT
  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Selasa, 12 Maret 2024 | 00:00 WIB
64 Anak Yatim di Gampong Lamlagang Terima Santunan Paket Sembako