Endemi Tinggi, Dinkes PB Latih Kader Malaria Kabupaten Raja Ampat
Raja Ampat, InfoPublik- Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melatih 31 kader malaria dari 31 kampung dan 9 pendamping Puskemas di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Pelatihan yang bekerja sama dengan Pemerintah Raja Ampat tersebut didanai Global Fund berlangsung selama sepekan di salah satu resort di Kota Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Senin, (10/7/2023) sampai Sabtu, (15/7/2023).
Program Officer Malaria Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Mardian Isnawati menjelaskan landasan pelatihan kader maria tersebut didasari bahwa status endimis malaria di Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2023 meningkat dari status sedang menjadi endimis tinggi.
“Endemis sedang itu kalau misalnya Angka kejadian Malaria atau API antara 1-5 atau 1-5 per 1000 penduduk. Sedangkan kalau endemis tinggi diatas 5 Angka Kejadian Malarianya, dan tahun kemarin Raja Ampat API-nya diatas 5. Jadi tahun ini endimis berubah dari sedang menjadi endemis tinggi,” kata Mardian Isnawati disela-sela kegiatan, Jumat (14/7/2023)
Dikatakannya dengan adanya kader ini untuk meningkatkan penemuan kasus ditengah masyarakat, dan dari data tersebut akan jadi intervensi dan juga menjadi bahan perbaikan atau evaluasi untuk pengobatan dan pencegahan Malaria di Raja Ampat.
“Masalah utama terkait malaria bisa kami temukan melalui penemuan data dari lapangan melalui kader malaria tingkat kampung,” tambah Mardian Isnawati.
Dijelaskannya salah satu syarat untuk eliminasi malaria dimana SPR harus kurang dari lima. Artinya, kata dia dalam satu kabupaten harus banyak melakukan penemuan kasus malaria. Harapannya, dengan adanya kader malaria tersebut maka ditingkat kampung ada kunjungan rumah yang aktif setiap bulan untuk menurunkan angka positif malaria.
Mardian Isnawati menambahkan metode pelatihan kader malaria yang dilaksanakan tersebut full partisipatory,dimana kader diberi ruang yang cukup untuk aktif selama pelatihan. Adapun materi yang diberikan kepada kader adalah gejala, pengobatan dan pencegahan penyakit malaria. Peserta juga mengenal lima jenis plasmodium parasait infeksi malaria dan diajarkan untuk melakukan pemeriksaan cepat atau RTD/rapid test diagnostic. Juga ada praktek lapangan.
“Kami berharap kader malaria Raja Ampat angkatan tahun ini semua aktif. Tidak hanya aktif dalam rumah tetapi juga aktif untuk memberikan kami data,” ujar Mardian Isnawati.
Terkait pelatihan tersebut Pemerintah Kabupaten Raja Ampat memberikan apresiasi positif kepada Dinkes Papua Barat dan Global Fund yang membantu pemerintah dalam hal menurunkan endemis malaria di Raja Ampat melalui pelatihan kader malaria.
Karena itu kepada peserta Kepala Dinas Kesehatan Raja Ampat melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Aman Gusty, S.Kep menjelaskan apa yang menjadi tujuan dari pelatihan harus ditanamkan dalam dari diri para kader malaria yakni untuk mengimplementasikan apa yang diajarkan.
“Tujuan kita eliminasi malaria pada tahun 2030 secara nasional dan pada tahun 2027, regional Papua dan Papua Barat, Papua Barat Daya dan Raja Ampat maka bapak ibu yang dilatih pada hari ini harus mampu menindaklanjuti pelaksanaan program dilapangan. Menurunkan kasus malaria di tingkat kampungnya,” kata Aman Gusty.
Dirinya berharap dengan adanya kader malaria tiap kampung maka tidak ada lagi kasus dari dalam kampung atau indigenous case. Itu tidak boleh terjadi. Hanya dengan langkah itu, maka sasaran dan tujuan eliminasi malaria bisa tercapai.
Sementara itu, peserta menilai pelatihan sangat bermanfaat tida saja bagi diri mereka sendiri tetapi bermanfaat dalam upaya-upaya positif menekan kasus malaria di Kabupaten Raja Ampat.
“Kesan, saya banyak mendapat pengetahuan terkait malaria dalam pelatihan ini. Di pelatihan ini saya bisa tahu tentang lima jenis plasmodium parasite infeksi malaria,” kata Jefri Fakdawer.
Hal serupa juga disampaikan Ester, kader malaria lainya. Menurutnya dengan pelatihan tersebut bisa mengetahui gejela, pencegahan dan pengobatan malaria.
“Kegiatan ini sangat membantu kami petugas kesehatan.Kami berharap para kader yang dilatih ini membantu kami petugas kesehatan di kampung-kampung Raja Ampat, “ ujar Pendamping Kesehatan Lidya Kbarek. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)