Model Tiram Terapung Diluncurkan di Alue Naga

:


Oleh MC PROV ACEH, Senin, 28 Januari 2019 | 07:10 WIB - Redaktur: Eka Yonavilbia - 937


Banda Aceh, InfoPublik - Lembaga riset Natural Aceh kembali melakukan inovasi bubidaya tiram terbaru yaitu ‘floating culture’ atau model tiram terapung, di Gampong Alue Naga, Banda Aceh, Sabtu (26/1/2019). Launching budidaya dengan metode tersebut melibatkan 10 kelompok wanita pencari tiram Alue Naga yang berasal dari Dusun Podiamat dan Dusun Kutaran, dengan total peserta mencapai 50 ibu-ibu pencari tiram.

Floating culture merupakan metode budidaya tiram menggunakan material yang punya daya tahan lebih tinggi. Alat tersebut memakai kawat wiremesh yang berfungsi sebagai kandang luar, dan High Density Polyethylene (HDPE) sebagai wadah atau keranjang untuk pembesaran tiram. HDPE itu sendiri merupakan jenis bahan polietilen dengan kerapatan yang tinggi dan bersifat lentur serta tahan lama.

Informasi itu disampaikan Pengawas Program Budidaya Tiram, Karla Amelia, kemarin. Dikatakan, penggunaan wiremesh dan HDPE selain mudah untuk diaplikasikan, juga sangat efektif untuk budidaya tiram Alue Naga. “Untuk program ini Natural Aceh mendapatkan dukungan dari Dompet Dhuafa. Setiap ibu-ibu mendapat keranjang dari HDPE yang akan diisi benih tiram dan diletakkan dalam kandang wiremesh,” ujarnya.

Karla melanjutkan, sesuai dengan namanya ‘floating’ yang berarti mengapung, metode itu menggunakan barang bekas seperti galon bekas untuk mengapungkan kandang tiram di air. “Di samping lebih ekonomis, pengurangan sampah plastik juga sangat kami terapkan dalam program ini,” jelasnya.

Ditambahkan, metode floating culture juga tidak hanya ditujukan kepada ibu-ibu pencari tiram Alue Naga, namun Natural Aceh juga memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk bisa berkecimpung dalam kegiatan itu. “Inovasi ini bisa menjadi wisata edukatif yang dapat dinikmati pengunjung, wisatawan, maupun pelajar dan mahasiswa, yang ingin tahu lebih lanjut tentang budidaya tiram,”urainya.(fit/si/eyv)