Bhakti Sosial Pembersihan Karang Gigi Pecahkan Rekor Kemanusiaan

:


Oleh MC KAB SUMENEP, Minggu, 25 November 2018 | 18:22 WIB - Redaktur: Tobari - 929


Sumenep, InfoPublik - Bhakti sosial membersihkan karang gigi untuk membantu masyarakat Kecamatan Giligenting yang diadakan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Timur 2018, memecahkan Rekor Kemanusiaan dan Pendidikan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Bhakti sosial membersihkan karang gigi mampu menjaring sebanyak 300 warga empat Desa di Kecamatan Giligenting yang melibatkan sebanyak 250 dokter gigi se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Sembilan Kecamatan Giligenting, Minggu (25/11/2018).

Bhakti sosial membersihkan karang gigi oleh PDGI Jawa Timur sungguh luar biasa, sebab hari ini, Minggu (25/11/2018), pertama kali di Indonesia bahkan dunia para dokter gigi berkumpul bersama melakukan kegiatan sosial membersihkan karang gigi secara gratis oleh PDGI Pengwil Jawa Timur.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) Paulus Pangka, saat menyerahkan penghargaan berupa piagam, piala dan buku LEPRID Rekor Bhakti Sosial Kemanusiaan kepada PGDI Jawa Timur.

Pada kesempatan itu LEPRID memberikan penghargaan kepada Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si atas prestasinya sebagai Inisiator rekor membersihkan karang gigi dan PDGI Pengwil Jawa Timur atas prestasinya Pemrakarsa membersihkan karang gigi dengan peserta terbanyak yakni 300 peserta dan 250 dokter gigi.

Serta LEPRID memberikan penghargaan kepada Ikatan Periodonsia Indonesia (IPERI) atas prestasinya sebagai penyelenggara rekor membersihkan karang gigi dengan peserta terbanyak.

Sementara Panitia Pelaksana PDGI Cabang Sumenep, drg Novia Sriwahyuni, M.Kes mengungkapkan, pihaknya untuk menentukan warga yang mengikuti kegiatan membersihkan karang gigi gratis telah melalui pemeriksaan medis, apakah warga layak dilakukan tindakan atau tidak di bhakti sosial itu.

“Kami sebelumnya telah melakukan pemeriksaan kepada peserta bhakti sosial melalui skrining pasien layak atau tidak dilakukan tindakan," katanya.

Semisal pasien tidak layak akibat pasien memiliki sistemik atau tekanan darah tinggi kita merujuk terlebih dahulu, sehingga peserta yang mengikuti bhakti sosial membersihkan karang gigi benar-benar layak dilakukan tindakan di lokasi kegiatan.

Ia menambahkan, PDGI Jawa Timur selain mengadakan bhakti sosial membersihkan karang gigi, juga menggelar kegiatan pencabutan gigi dan tambal gigi secara gratis bagi masyarakat kecamatan setempat.

“Setiap peserta bhakti sosial mendapat bingkisan paket berupa sikat gigi, sabun mandi dan pasta gigi. Jadi sejatinya kami telah melakukan kegiatan satu minggu sebelum pelaksanaan hari ini, Minggu (25/11/2018),” katanya. ( Yasik/Fer/toeb)