Sleman, InfoPublik - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) telah membawa perubahan signifikan dalam sistem penyaluran bansos di Indonesia. Kehadiran portal ini memastikan penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran karena data penerima yang digunakan sangat akurat dan terverifikasi secara real-time.
Menurut Meutya, tingkat akurasi data yang tinggi ini tidak terlepas dari peran strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam mengintegrasikan data-data lintas instansi pemerintah. Berkat dukungan infrastruktur teknologi seperti Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP), Pusat Data Nasional (PDN), dan Jaringan Intra Pemerintah (JIP), berbagai data kependudukan, sosial, dan ekonomi dari kementerian/lembaga dapat disatukan dan dipertukarkan secara aman dan efisien.
"SPLP berfungsi sebagai jembatan yang memungkinkan berbagai sistem elektronik antarinstansi saling berbagi-pakai data sesuai kebutuhan, kewenangan, dan standar keamanan yang berlaku. Di balik kemudahan yang dirasakan masyarakat melalui Portal Perlinsos, ada kerja keras integrasi data yang memastikan bahwa hanya mereka yang benar-benar berhak yang menerima bantuan," jelas Meutya Hafid dalam Pelaksanaan Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (13/8/2026).
Meutya menegaskan bahwa program digitalisasi bansos ini merupakan komando langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menginginkan penguatan tata kelola perlindungan sosial berbasis data agar tidak ada lagi masyarakat yang berhak terlewat, dan tidak ada lagi pihak yang tidak berhak menerima bansos.
"Ini inisiasi sepenuhnya dari Bapak Presiden Prabowo yang menginginkan agar semua yang berhak dapat bantuan dapat. Semua yang tidak berhak untuk menerima bantuan pemerintah, tidak lagi menerima yang bukan haknya. Digitalisasi Perlinsos adalah jawaban atas tantangan data ganda, ketidakonsistenan, dan proses verifikasi panjang yang selama ini menjadi kendala," tegasnya.
Meutya juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang dipilih sebagai lokasi uji coba program Perlinsos Digital. Menurutnya, kesiapan Pemkab Sleman, dukungan aparatur hingga tingkat kalurahan, serta antusiasme masyarakat setempat menjadi contoh ideal bagi daerah lain dalam mengimplementasikan transformasi digital perlindungan sosial.
"Kami mengapresiasi luar biasa kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan seluruh jajarannya. Secanggih apa pun sistem yang kami bangun di pusat, keberhasilannya tetap bergantung pada faktor manusia di setiap lapisan pemerintahan. Sleman membuktikan bahwa kolaborasi pusat dan daerah adalah kunci sukses," ujar Meutya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk selalu mengakses layanan melalui kanal resmi dengan domain .go.id dan mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan bantuan sosial. Meutya memastikan seluruh proses layanan di Portal Perlinsos tidak dipungut biaya sepeser pun.
"Seluruh layanan ini tidak dipungut biaya sama sekali. Jangan percaya pada pihak yang meminta imbalan atas nama bantuan sosial," tegasnya.
Menutup sambutannya, Meutya menyatakan keyakinannya bahwa transformasi digital yang sedang dibangun ini bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, melainkan membangun cara baru pemerintah dalam melayani masyarakat.
"Kami percaya bahwa upaya transformatif yang kita bangun bersama hari ini bukan sekadar untuk menghadirkan teknologi baru, melainkan membangun cara baru pemerintah melayani masyarakat. Pemerintahan yang semakin terhubung, responsif, dan mampu memastikan setiap warga memperoleh haknya secara cepat, tepat, dan adil," pungkasnya.
Bupati Sleman Dukung Penuh Digitalisasi Bansos
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyatakan kesiapan dan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap implementasi Portal Perlinsos. Pemkab Sleman terus memperkuat pendataan dan sosialisasi di tingkat kalurahan dan padukuhan untuk memastikan seluruh warga terdata dengan valid.
"Untuk mendukung proses tersebut, para petugas di Kabupaten Sleman secara aktif melakukan jemput bola di kalurahan dan padukuhan setiap hari. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses transformasi digital perlindungan sosial ini," kata Harda.
Warga Rasakan Kemudahan dan Kecepatan Verifikasi
Kemudahan sistem digital ini turut dirasakan langsung oleh warga Kapanewon Ngaglik, Fitri Isnaini (27). Ia mengungkapkan pengalamannya saat melakukan verifikasi data melalui Portal Perlinsos.
"Saya dibantu petugas. Hanya memasukkan NIK dan verifikasi wajah. Hanya beberapa menit saja sudah keluar verifikasi data," ujar Fitri dengan senyum lega.
Ia menilai proses verifikasi yang sederhana dan cepat ini sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang selama ini kesulitan mengurus administrasi bantuan sosial. Pengalaman Fitri menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi Perlinsos mampu memberikan kemudahan akses dan kepastian bagi masyarakat penerima manfaat.