Jakarta, InfoPublik — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menyebut komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun prestasi olahraga nasional melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang mulai terbukti melalui dukungan anggaran berkelanjutan.
Menpora Erick Thohir mengatakan pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan perencanaan dan dukungan anggaran dalam jangka panjang. Bahkan, persiapan menuju Olimpiade 2032 menurutnya sudah harus dimulai sejak sekarang. “Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears pelatnas. Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini. Negara lain sudah melakukan,” kata Erick Thohir di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Lebih lanjut, Erick Thohir juga mengapresiasi dukungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap arahan Presiden terkait kesinambungan anggaran pelatnas. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah positif bagi pembinaan atlet Indonesia. “Tahun ini kita sudah mulai mendapatkan anggaran untuk Olimpiade 2028. Ini hal positif bagi kita. Anggaran SEA Games juga sudah ada untuk pelatnas dan tahun depan angkanya jauh lebih besar,” ujar Erick.
Untuk persiapan Asian Games 2026, Erick menyampaikan anggaran pelatnas mengalami peningkatan. Anggaran awal sebesar Rp81 miliar kemudian melalui penyisiran menjadi Rp127 miliar dan selanjutnya mendapatkan tambahan Rp95 miliar.
Dengan tambahan tersebut, anggaran pelatnas Asian Games 2026 kini mencapai Rp222 miliar.
Menpora Erick menegaskan, anggaran Rp222 miliar tersebut khusus diperuntukkan bagi kebutuhan pelatnas dan belum termasuk anggaran Rp61 miliar untuk pengiriman kontingen Indonesia ke Asian Games 2026. “Kita membedakan anggaran pelatnas dan pengiriman kontingen, meskipun keduanya itu nanti akan menjadi satu kesatuan dalam pembiayaan Asian Games tahun ini,” jelasnya.
Menurut Erick, tambahan anggaran tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada Kemenpora, atlet, dan cabang olahraga. Karena itu, seluruh pihak diminta menggunakan anggaran secara transparan dan bertanggung jawab. “Sudah final karena tinggal satu bulan (Asian Games 2026). Jadi, persiapan cabang olahraga yang selama ini mungkin sudah berjalan tetapi masih ragu-ragu, kembali kami bantu,” katanya.
Erick Thohir menegaskan tidak boleh ada penyalahgunaan anggaran maupun pemotongan hak atlet dalam pelaksanaan pelatnas. “Kita tak boleh menyalahgunakan. Kalau para atlet disunat (anggarannya), lapor kita. Nanti kita lapor ke BPKP atau ke BPK. Kita harus tuntaskan hal korupsi. Kita harus bersih dan perlindungan atlet jadi yang utama,” tegasnya.
Selain memastikan dukungan anggaran, Erick meminta atlet dan pengurus cabang olahraga bekerja maksimal untuk mengejar target prestasi pada Asian Games 2026.
Sejumlah cabang olahraga diharapkan menjadi tumpuan perolehan medali emas, antara lain bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. “Kita minta atlet dan cabor berjibaku mempersiapkan target medali empat emas, dari bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Kemudian ada cabang olahraga lain yang berpotensi meraih perak, siapa tahu bisa menjadi emas,” pungkas Menpora.
Dukungan pelatnas jangka panjang tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan, sekaligus menyiapkan atlet Indonesia agar mampu berprestasi di berbagai kompetisi internasional.