KAI Tingkatkan Layanan, Kereta Ekonomi Kerakyatan Dimanfaatkan 103.848 Pelanggan
Kereta Petani dan Pedagang relasi Rangkasbitung. (Foto: PT KAI)
Kereta Petani dan Pedagang relasi Rangkasbitung. (Foto: PT KAI)
Jakarta, InfoPublik – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 103.848 pelanggan sejak pertama kali diperkenalkan pada masa Angkutan Lebaran 2026 hingga 26 Juli 2026. Layanan ini dikembangkan untuk menghadirkan perjalanan kereta api kelas ekonomi yang tetap terjangkau dengan kenyamanan yang semakin baik.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan kualitas layanan kereta api kelas ekonomi melalui pengembangan Kereta Ekonomi Kerakyatan. Inovasi tersebut menghadirkan penataan interior yang lebih modern, kursi yang dapat disesuaikan dengan arah perjalanan, serta ruang duduk yang lebih nyaman tanpa menghilangkan karakter tarif ekonomi yang terjangkau.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangan PT KAI yang dikutip Jumat (31/7/2026), mengatakan pengembangan layanan tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan pelanggan yang menginginkan perjalanan antarkota yang nyaman namun tetap ekonomis.
"Pelanggan menginginkan perjalanan yang terjangkau sekaligus nyaman. Kereta Ekonomi Kerakyatan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat memiliki akses perjalanan antarkota dengan fasilitas yang semakin baik dan tarif yang tetap terjangkau," ujar Anne.
Saat ini Kereta Ekonomi Kerakyatan dioperasikan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen pulang pergi. Sejak mulai beroperasi pada 11 Juni hingga 26 Juli 2026, layanan tersebut telah melayani 79.450 pelanggan, terdiri atas 32.145 pelanggan relasi Garut–Pasarsenen dan 47.305 pelanggan relasi Pasarsenen–Garut.
Tingginya tingkat pemanfaatan menunjukkan peran KA Cikuray dalam mendukung mobilitas masyarakat di Garut, Bandung, Purwakarta, Bekasi, Jakarta, dan daerah lain yang dilalui. Kereta ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berwisata, hingga mengunjungi keluarga.
Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil pengembangan yang dikerjakan oleh insan KAI di Balai Yasa Manggarai. Pengembangan dilakukan melalui pembaruan interior, penataan ulang tempat duduk, serta penggunaan kursi yang dapat disesuaikan dengan arah perjalanan sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.
Sebelum digunakan pada KA Cikuray, rangkaian tersebut telah melayani KA Tambahan Lempuyangan–Pasarsenen selama masa Angkutan Lebaran, yakni pada 11 Maret hingga 5 April 2026. Pada periode tersebut, layanan dimanfaatkan oleh 24.398 pelanggan, terdiri atas 12.262 pelanggan relasi Lempuyangan–Pasarsenen dan 12.136 pelanggan relasi Pasarsenen–Lempuyangan.
Dengan demikian, secara akumulatif sejak diperkenalkan pada masa Angkutan Lebaran hingga 26 Juli 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan telah melayani 103.848 pelanggan.
Anne mengatakan capaian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KAI untuk terus mengembangkan layanan kereta api kelas ekonomi agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Jumlah pelanggan tersebut menjadi masukan penting bagi KAI untuk mengevaluasi pengembangan layanan kelas ekonomi ke depan. Setiap peningkatan fasilitas diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perjalanan yang aman, nyaman, andal, dan terjangkau," katanya.
KAI akan terus menghimpun masukan pelanggan melalui evaluasi terhadap pola perjalanan, tingkat pemanfaatan layanan, dan pengalaman selama menggunakan kereta. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam pengembangan sarana serta peningkatan kualitas pelayanan.
"Kami ingin kereta api tetap menjadi pilihan yang dekat dengan masyarakat. Tarif yang terjangkau perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas pelayanan, agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati perjalanan antarkota dengan nyaman," tutup Anne.