Regional Workshop Jadi Wadah Networking Penggunaan TKA

: Wamenaker Afriansyah Noor dalam kegiatan Regional Workshop on Exchange Policy Information of Mechanisms and Regulations of the Foreign Workers’ Arrangement in the Asia Pacific and Southeast Asia di Jakarta pada Senin (28/5/2024)/ Foto : Biro Humas Kemnaker


Oleh Farizzy Adhy Rachman, Selasa, 28 Mei 2024 | 09:12 WIB - Redaktur: Untung S - 184


Jakarta, InfoPublik - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengapresiasi hasil pelaksanaan Regional Workshop on Exchange Policy Information of Mechanisms and Regulations of the Foreign Workers’ Arrangement in the Asia Pacific and Southeast Asia, dan diharapkan dapat menjadi wadah berjejaring (networking) para peserta dalam hal penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA)

Sehingga, penggunaan TKA dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional masing-masing negara maupun bagi ekonomi global.

"Pascaacara networking ini, harapan kami, kita dapat senantiasa meneruskan semangat kolaborasi dengan terjalinnya kemitraan yang telah menjadi ciri interaksi kita saat ini," kata Afriansyah dalam kegiatan Regional Workshop on Exchange Policy Information of Mechanisms and Regulations of the Foreign Workers’ Arrangement in the Asia Pacific and Southeast Asia di Jakarta pada Senin (28/5/2024).

Afriansyah mengatakan, kegiatan Regional Workshop dilaksanakan sebagai wadah untuk saling berbagi informasi dan praktik pelayanan terbaik negara-negara di Asia Pasifik dan ASEAN terkait perijinan TKA, informasi dan data TKA, dan tantangan terkini.

Selain itu, informasi mengenai penguatan kerja sama antara negara Asia Pasifik dan ASEAN dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) praktisi penerbitan izin kerja bagi TKA. Acara ini juga dimaksudkan sebagai media sosialisasi prosedur serta regulasi penerbitan Rencana Penggunaan TKA atau izin kerja di Indonesia kepada para stakeholders.

"Saat kita kembali ke ranah masing-masing, marilah kita tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan inklusivitas dalam praktik penempatan tenaga kerja. Mari kita bangun jembatan yang melampaui batas-batas, dan memanfaatkan potensi kolektif tenaga kerja global untuk mendorong inovasi, kemakmuran, dan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Afriansyah dalam siaran pers yang diterima InfoPublik pada Selasa (28/5/2024).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengendalian Penggunaan TKA Haryanto membacakan rangkuman (overview) Regional Workshop sebagai hasil workshop. Di antaranya pertama, regional workshop ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai regulasi tetapi menjadi titik awal forum komunikasi atau jejaring (network) yang berkelanjutan dari berbagai pihak terkait.

Kedua, forum komunikasi akan memfasilitasi diskusi dan masalah yang dihadapi oleh perusahaan terkait keimigrasian. Dengan adanya platform yang terbuka diharapkan solusi lebih cepat dan tepat dapat ditemukan dan mengurangi hambatan administratif dan operasional.

Ketiga, forum itu juga diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan SDM khususnya dalam pemahaman dan keterampilan terkait peraturan perizinan ketenagakerjaan dan keimigrasian. 

Keempat, keberadaan forum komunikasi diharapkan akan mendukung investasi yang kondusif, baik dan lancar antara semua pihak terkait. Dan terakhir, keberadaan forum komunikasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses perizinan TKA.

"Kami berharap terbentuknya forum komunikasi atau jaringan pascaacara Regional Workshop itu merupakan langkah penting dalam mewujudkan hubungan yang sinergis antara berbagai pihak terkait perizinan TKA," ujar Haryanto.

Haryanto menambahkan melalui forum ini juga diharapkan semua pihak dapat bekerja sama lebih erat, berbagi informasi, menyelesaikan berbagai masalah dengan cepat, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi Indonesia.

"Secara khusus Regional Workshop itu diharapkan dapat terselenggarakan kembali dan menjadi agenda rutin tahunan (annual event) dan penyelenggaraannya tidak terbatas di Jakarta," tambah Haryanto.

Sebagai informasi, Regional Workshop itu digelar oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan diikuti 220 peserta yang berasal dari berbagai kedutaan besar negara asing di Jakarta, kamar dagang, perusahaan multinasional, Kementerian/Lembaga dan Sekretariat ASEAN dengan tujuan sebagai media pertukaran informasi, kebija

Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Duta Besar Vietnam Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Indonesia Ta Van Thong, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan TalentCorp Berhad Kementerian Sumber Malaysia.

Hadir juga perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, perwakilan Kementerian Tenaga Kerja Singapura, perwakilan Department of Labor Employment Filipina dan Direktur Pengendalian Penggunaan TKA Kemnaker.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 16:01 WIB
Pentingnya Kolaborasi Dunia Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja ASEAN
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 21:17 WIB
Kemnaker Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Belanda
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 15:27 WIB
Kemnaker Perkuat Sistem Manajemen Perselisihan Tenaga Kerja di Indonesia
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 14:12 WIB
Indonesia Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Migrasi Internasional
  • Oleh MC KAB BANTAENG
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 22:09 WIB
Siap Tingkatkan Kualitas ASN, Pj Bupati Bantaeng Teken Kerja Sama dengan LAN
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Senin, 10 Juni 2024 | 16:34 WIB
Optimisme Menaker terhadap Pekerja Migran Indonesia di Belanda
  • Oleh Farizzy Adhy Rachman
  • Senin, 10 Juni 2024 | 13:01 WIB
Menaker Apresiasi Delegasi Indonesia dalam ILC ke-112