Jakarta, InfoPublik – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus memperkuat ekosistem keamanan siber nasional dengan merangkul talenta muda melalui jalur edukasi yang inovatif.
Langkah ini diwujudkan lewat penyelenggaraan BSSN VVIP Program Bug Hunters’ Day yang sukses menarik kehadiran sekitar 80 peserta dari berbagai kalangan di Gramedia Jalma Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan interaktif ini menghadirkan para praktisi terkemuka di bidang keamanan siber untuk berbagi wawasan praktis kepada para peminat bug hunting.
Farras Givari selaku Co-Founder Meta4Sec hadir membagikan pengalaman profesionalnya di dunia perburuan celah keamanan, sekaligus memaparkan strategi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengoptimalkan efektivitas kerja para bug hunter.
Dalam kesempatan yang sama, Toddy Upananda memperkenalkan secara mendalam konsep VVIP Program.
Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi generasi muda agar dapat menyalurkan minat bug hunting secara positif, terarah, dan sehat.
Bagi peserta yang berminat bergabung ke dalam komunitas eksklusif ini, panitia menetapkan kriteria minimal berusia 18 tahun dan telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Suasana diskusi terpantau dinamis tatkala para peserta antusias melontarkan berbagai pertanyaan kritis selama sesi interaktif berlangsung.
Mengusung slogan “Hunt Hard, Report Smart”, BSSN VVIP Program berpesan agar para pegiat keamanan siber tidak hanya gigih dalam mengidentifikasi potensi kerentanan sistem, tetapi juga menjunjung tinggi etika pelaporan yang tepat dan bertanggung jawab.
Inisiatif kolaboratif ini diharapkan mampu melahirkan komunitas penguji keamanan siber yang tangguh sekaligus berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan ruang digital Indonesia ke depannya. (Humas BSSN)