Jakarta, InfoPublik - Polri menyiapkan pengamanan berlapis untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. Pengamanan mencakup pemeriksaan tiket, orang, dan barang bawaan hingga sterilisasi venue pertandingan, hotel, lokasi latihan, serta rute pergerakan pemain dan ofisial.
Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Irjen Laksana mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan yang berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026 berjalan aman dan lancar.
"Laksanakan pengamanan secara berlapis serta pemeriksaan tiket, orang, barang bawaan, serta sterilisasi terhadap venue, hotel, lokasi latihan, dan rute pergerakan pemain maupun ofisial," ujar Laksana dalam keterangan resminya, Rabu (23/9/2026).
Laksana mengatakan, pengamanan tersebut merupakan bagian dari pengerahan 5.641 personel Polri yang ditempatkan di sejumlah lokasi terkait penyelenggaraan pertandingan. Kekuatan tersebut terdiri atas 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah Polda Metro Jaya, serta 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat.
Pengamanan dipusatkan di dua stadion, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Namun, pengamanan tidak hanya dilakukan di dalam dan sekitar stadion.
"Kekuatan pengamanan tersebut tidak hanya tergelar di stadion, tetapi juga di seluruh objek dan jalur yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan, meliputi titik kedatangan, akomodasi, lokasi latihan, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, objek vital, dan lokasi lain yang memiliki potensi terjadi gangguan Kamtibmas," jelas Laksana.
Sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi antara lain kepadatan penonton, dinamika antarsuporter, penggunaan atribut yang tidak sesuai ketentuan, serta kepatuhan terhadap tiket dan aturan barang bawaan.
Selain pengamanan di lokasi pertandingan, Polri juga mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat tingginya mobilitas massa dan suporter. Faktor kedaruratan, seperti cuaca ekstrem, kebakaran, dan kondisi medis, turut menjadi perhatian, termasuk perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Laksanakan rekayasa lalu lintas secara situasional, siapkan jalur alternatif dan kantong parkir, serta lakukan deteksi dini dan penyelenggaraan terhadap kelompok suporter untuk pengendalian pergerakan massa sejak kedatangan hingga kepulangan," kata Laksana.
Laksana juga menginstruksikan jajaran meningkatkan patroli dan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk melalui patroli siber dan pemantauan media sosial.
"Tingkatkan patroli terbuka maupun tertutup pada titik rawan kriminalitas, patroli siber dan monitoring media sosial, serta kesiapan pengamanan antiteror, penjinak bom, dan antidrone," kata Laksana.
Laksana meminta seluruh jajaran melaksanakan tugas pengamanan secara optimal agar penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia berjalan lancar dan aman.
"Keberhasilan pengamanan FIFA Asian Cup 2026 bukan hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan tanpa gangguan, tetapi juga ditentukan oleh terjaminnya keselamatan pemain, ofisial, suporter, masyarakat, dan kelancaran mobilitas, kualitas pelayanan, serta terciptanya rasa aman di seluruh rangkaian kegiatan," ujar dia.