- Oleh Eko Budiono
- Kamis, 5 September 2024 | 16:16 WIB
: Personel kepolisian dan TNI AD serta warga menaikkan logistik Pemilu 2024 yang telah dibungkus plastik ke atas perahu untuk didistribusikan ke Pulau Saponda Laut, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (12/2/2024). Perahu menjadi transportasi utama untuk menghubungkan dua desa di Pulau Saponda Laut dengan jarak tempuh sekitar dua jam. ANTARA FOTO/Jojon/tom.
Oleh Eko Budiono, Rabu, 17 Juli 2024 | 09:33 WIB - Redaktur: Untung S - 288
Jakarta, InfoPublik - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, mengajak masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk ikut mengawal Pilkada Serentak 2024.
Pasalnya, provinsi yang dijuluki Bumi Anoa itu termasuk dalam sepuluh besar rawan tinggi dalam dimensi penyelenggaraan pemilu berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2022.
"Jadi kalau dia diakumulasi satu provinsi untuk empat dimensi (sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi, dan partisipasi masyarakat) masuknya ke dalam rawan sedang, tapi khusus untuk penyelenggaraan pemilu ini rawan tinggi," kata Lolly dalam keterangan resmi, Selasa (16/7/2024).
Menurut Lolly, hal tersebut menjadi penting untuk mengingatkan seluruh penyelenggara pemilu untuk bekerja sekuat-kuatnya agar proses pemilihan kepala daerah di Sultra tidak mengalami kendala, dan benar secara aturan, berkeadilan secara hasil, dan berkeadaban secara syarat.
"Penyelenggara pemilu harus bekerja gesit, ulet, dan militan sesuai dengan kerja-kerja regulasinya," ujarnya.
Oleh karena itu, Lolly mengingatkan masyarakat turut serta mengawasi tahapan pemilihan yang saat ini sudah berjalan.
Selain itu, dia meminta masyarakat untuk memastikan nama mereka sudah dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dan tertera dalam daftar pemilih sementara (DPS).
"Kalau sebagai pemilih belum dicoklit, segera sampaikan ke KPU atau Bawaslu melalui posko kawal hak pilih karena paradigma kerja Bawaslu cegah tindak. Kita cegah dulu sekuat-kuatnya supaya tidak terjadi pelanggaran. Kalau sudah dicegah tetap bandel baru dilakukan penindakan," ujar Lolly.
Kemudian, Lolly juga mengingatkan bahwa pemilihan kepala daerah memiliki energi tersendiri yang berbeda dari pemilu.
Sebab, pemilihan memiliki kedekatan terhadap masyarakat karena memilih pemimpin yang memimpin di tempat tinggal.
"Pemilihan itu dekat, ada di lingkungan kita sendiri maka dia dekat. Mari kita jadi aktor, jangan jadi penonton. Pastikan hak pilih kita tidak hilang. Pastikan jangan sampai ada orang yang tidak ada hak pilih malah bisa memilih. Karena ini esensi kita sebagai warga negara," pungkasnya.