Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Kayu Global

:


Oleh Wahyu Sudoyo, Jumat, 19 November 2021 | 06:30 WIB - Redaktur: Untung S - 1K


Jakarta, InfoPublik Perusahaan Indonesia dinilai berpeluang untuk menguasai pasar kayu global, dengan meningkatnya kebutuhan komoditas tersebut di seluruh dunia, seiring pertumbuhan populasi manusia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Dirjen PEN Kemendag), Didi Sumedi, mengatakan peluang tersebut bisa diraih melalui strategi memasok produk kayu ringan yang ramah lingkungan, seperti sengon, secara berkesinambungan ke pasar negara maju.

“Indonesia sebagai salah satu lumbung kayu terbesar di dunia harus dapat menguasai pasar global. Salah satunya dengan cara memasok kayu ringan secara berkesinambungan. Strategi ini sejalan dengan kecenderungan permintaan konsumen yang menginginkan material ringan, fleksibel dalam pengaplikasiannya, dan yang terpenting ramah lingkungan,” ujar Dirjen PEN Kemendag dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik pada Kamis (18/11/2021).

Menurut Dirjen PEN Kemendag, pihaknya terus berupaya memanfaatkan potensi kayu Indonesia, dengan memperkuat jaringan rantai bisnis ekspor kayu sengon untuk pasar global.

Hal ini karena kebutuhan kayu dunia yang mencapai US$2,1 triliun per tahun (sekitar Rp29,8 kuadraliun) dinilai sangat berpotensi mendukung upaya menyejahterakan petani dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai upaya memperkuat rantai bisnis kayu ringan sengon, Kemendag memfasilitasi pertemuan bisnis antara petani kayu sengon dari Kalimantan Tengah dan pelaku industri kayu ringan se-Indonesia dengan menggelar penjajakan kesepakatan dagang (business matching) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah Senin (15/11) lalu,” imbuh dia.

Kegiatan tersebut, kata dia, diikuti 25 petani sengon binaan Fairventures Worldwide dan perusahaan-perusahaan anggota Indonesia Light Wood Association (ILWA).

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menambahkan, business matching tersebut bertujuan mempertemukan petani sengon Palangkaraya sebagai pemasok dengan industri dalam negeri sebagai offtaker.

Kegiatan business matching ini, menurutnya merupakan rangkaian dari program pengembangan ekspor kayu ringan yang dijalankan Kemendag bersama berbagai pemangku kepentingan sejak 2014.

“Ketika petani panen raya perdana sengon pada 2022 mendatang, telah ada mekanisme rantai pasok yang terbentuk dan menguntungkan kedua belah pihak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program pelestarian alam berkontribusi terhadap kegiatan perdagangan, sehingga di masa depan akan terus berkelanjutan,” kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag.

(Foto: Antara foto /Hendra Sonie/Rei/ama/14)