Jakarta, InfoPublik — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dinilai memiliki kinerja komunikasi publik yang baik setelah meraih Popular Government Institutions Award 2026 dari The Iconomics Media berdasarkan persepsi publik terhadap reputasi institusi pemerintah. Penghargaan tersebut diterima Kementerian ATR/BPN dalam rangkaian 7th Indonesia Public Relations Summit 2026 di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Kementerian ATR/BPN, Deni Santo mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan publik sekaligus dorongan bagi jajaran kementerian untuk terus memperkuat fungsi kehumasan. "Popular Government Institutions Award ini adalah simbol pengakuan dari publik bahwa kehumasan kita sudah berada pada taraf yang baik. Karena dengan kehumasan, kita bisa menyebarkan informasi, menyebarkan kebijakan, dan bisa berkomunikasi dengan masyarakat," ujar Deni Santo seusai menerima penghargaan.
Penghargaan tersebut menjadi yang kedua kalinya diterima Kementerian ATR/BPN. Menurut Deni, capaian tersebut menjadi penyemangat untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan strategi komunikasi publik yang telah dibangun.
Ia menekankan, strategi komunikasi tidak cukup dilakukan di tingkat pusat, tetapi perlu diterapkan secara konsisten hingga jajaran ATR/BPN di daerah. "Strategi komunikasi yang telah dibangun harus terus dilanjutkan dari pusat hingga daerah," jelas Deni.
Deni menilai fungsi kehumasan memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan karena menjadi salah satu pintu utama masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan dan layanan pertanahan.
Menurut dia, komunikasi publik yang efektif tidak hanya bertujuan menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pertanyaan, maupun masukan terkait pelayanan pertanahan.
Dengan komunikasi yang berjalan dua arah, Kementerian ATR/BPN dapat memperoleh umpan balik dari masyarakat untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Karena itu, penghargaan tersebut tidak hanya dipandang sebagai apresiasi terhadap aktivitas publikasi kementerian, tetapi juga sebagai dorongan agar komunikasi mengenai kebijakan, program, dan layanan pertanahan semakin mudah dipahami masyarakat.
Direktur Merek, Riset, dan Strategi The Iconomics Media ,Alex Mulya menjelaskan, penerima Popular Government Institutions Award 2026 ditentukan melalui online quantitative survey yang melibatkan 10.000 responden dari berbagai daerah di Indonesia.
Penilaian dilakukan berdasarkan tiga parameter utama, yakni business and commercial reputation, people and leadership reputation, serta social and citizenship reputation.
Institusi yang memperoleh nilai rata-rata minimal 3,75 dinyatakan memenuhi kriteria untuk menerima penghargaan tersebut. Kementerian ATR/BPN menjadi salah satu institusi pemerintah yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil survei.
Alex mengatakan penghargaan tersebut merupakan refleksi dari penilaian masyarakat terhadap kiprah institusi yang dinilai. "Selamat kepada seluruh pemenang. Anda dipilih bukan hanya oleh redaksi The Iconomics, tetapi juga oleh publik Indonesia yang selalu mengamati kiprah Bapak dan Ibu sekalian. Tetaplah berkarya demi kemajuan Indonesia," kata Alex.
Bagi Kementerian ATR/BPN, pengakuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi publik yang transparan, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kementerian ATR/BPN juga perlu memastikan informasi mengenai program dan layanan pertanahan dapat diterima masyarakat secara jelas, termasuk melalui kanal komunikasi digital dan jaringan informasi hingga daerah.
Penguatan komunikasi publik tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap informasi layanan pertanahan yang semakin cepat dan mudah diakses. Pada saat yang sama, komunikasi dua arah dapat membantu kementerian memahami persoalan yang dihadapi masyarakat dalam memperoleh layanan.