Sumatera Utara, InfoPublik — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya akurasi data pertanahan sebagai fondasi utama penyelesaian konflik lahan dan peningkatan kualitas layanan publik di daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan Kabupaten Humbang Hasundutan, Kamis (2/3/2026) dalam rangka mendorong pembenahan data pertanahan secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurut Ossy, berbagai persoalan pertanahan yang terjadi selama ini kerap bersumber dari kelemahan data. Oleh karena itu, pembaruan dan validasi data menjadi prioritas untuk memastikan setiap proses pelayanan, termasuk penerbitan hak atas tanah, berjalan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di Humbang Hasundutan, percepatan pemetaan telah dilakukan di tiga kecamatan dengan capaian foto tegak mencapai sekitar 35.000 hektare. Capaian ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menyediakan data pertanahan yang valid, reliabel, dan dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan.
Dengan dukungan data yang akurat, pelayanan pertanahan diharapkan lebih efektif, meminimalkan kesalahan administrasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen ATR/BPN juga menyerahkan enam Sertipikat Elektronik kepada masyarakat sebagai bagian dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.
Selain itu, Ossy turut meninjau langsung proses pelayanan di Kantor Pertanahan setempat untuk memastikan layanan berjalan transparan, optimal, dan berbasis data yang terintegrasi.