Jepang dan Rusia Minati Investasi Perikanan di Indonesia

:


Oleh Baheramsyah, Sabtu, 10 Desember 2016 | 23:02 WIB - Redaktur: Gusti Andry - 1K


Jakarta,InfoPublik - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan bahwa pemerintah mendorong investasi asing di sektor perikanan. Saat ini, menurutnya ada dua Negara yang mengincar investasi di sektor tersebut yaitu Jepang dan Rusia.

Jepang, menurut Susi, berminat menanamkan modal dalam pembangunan enam pelabuhan perikanan. Selain itu, pembangunan sarana budidaya tuna di Sabang juga tengah dijajaki. “Kapan realisasinya? Semoga tahun depan bisa mulai”, kata Susi di Jakarta, Jumat (9/12).

Sementara Rusia sudah menyatakan minat untuk membangun unit pengolahan dan cold storage berkapasitas 300 ton di Pelabuhan Perikanan Untia yang berlokasi di kawasan Industri Makassar. Pelabuhan yang baru diresmikan Presiden Jokowi akhir November lalu tersebut akan mendukung aktifitas nelayan di zona Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713, yang meliputi Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores dan Laut Bali.

Sementara Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, Jepang berminat untuk menanamkan modal  di bidang budidaya dan teknologi perikanan. Investasi tersebut rencananya ditanamkan di tiga lokasi terluar, yakni Morotai, Sabang dan Natuna. Jepang akan mengembangkan teknologi Deep Sea Water dan juga budidaya ikan tuna.

"Deep Sea Water itu kan menggunakan air dingin dari dalam dipompa ke atas. Perbedaan temperatur ini menjadi listrik. Air dingin yang ke atas tetap diputar begitu aja. Air dinginnya itu bisa dijadikan tempat budidaya, misalkan di sekitar situ ada KJA (keramba jaring apung) untuk air dalam, karena air dingin itu bagus untuk budidaya tuna," ujanya.

Namun Brahmatya belum bisa memastikan apakah Indonesia mendapat proyek ini atau tidak. Karena proyek dari Jepang ini diberikan melalui proses seleksi yang diikuti banyak Negara.

"Kita masih berkomunikasi secara Government to Government," ujar Brahmantya.

Brahmatya berharap, Jepang mau menanamkan modalnya untuk Indonesia dalam pengembangan teknologi Deep Sea Water ini. Ia mengatakan, banyak sekali Negara yang menginginkan teknologi tersebut.