Produksi Perikanan Budidaya Tahun 2017 Ditargetkan 22,46 Juta Ton

:


Oleh Baheramsyah, Rabu, 2 November 2016 | 12:38 WIB - Redaktur: R. Mustakim - 1K


Jakarta, InfoPublik - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan angka produksi perikanan budidaya tahun 2017 sebesar 22,46 juta ton. Angka ini naik sebesar 6 juta ton dari target tahun 2015 yang sebesar 16 juta ton.

“Target produksi budi daya tahun depan sekitar 22,46 juta ton. Rumput laut masih tetap jadi andalan karena memang potensinya besar. Rumput laut basah itu sekitar 12 juta ton-an,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (1/11).

Angka ini lebih banyak 6 juta ton dari target tahun ini sebesar 16 juta ton. 

Slamet mengatakan, hal ini didukung dengan berbagai program prioritas yang telah dirancang oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya di antaranya adalah revitalisasi 300 hektar tambak, dan revitalisasi 250 paket Keramba Jaring Apung (KJA) tahun depan, dan program budidaya ikan lepas pantai (offshore) di tiga lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu.

“Harapan kita dengan kegiatan budi daya offshore, dan didukung Peraturan Menteri KKP Nomor 32 tahun 2016 yang sudah direvisi, budidaya kita bisa meningkat, sehingga budidaya seperti kerapu, kakap, juga akan meningkat,” ungkapnya.

Untuk 2017, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,08 triliun. Slamet berujar, anggaran ini akan difokuskan untuk program-program yang mendorong peningkatan jumlah produksi.

Seperti revitalisasi tambak sebesar 300 hektar yang memanfaatkan tambak-tambak idle, sehingga bisa memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan. Selain itu, dilakukan budidaya ikan lepas pantai yang akan ada di tiga lokasi yaitu Karimun Jawa, Sabang, dan Selatan Jawa yang nilai panennya diperkirakan mencapai Rp 39,7 miliar per tahunnya.

Terobosan yang paling mutakhir, KKP juga akan bekerja sama dengan BUMN perikanan Indonesia untuk membangun pabrik pakan di Belawan, Medan. “Yang jelas anggaran sebesar 1 triliun itu akan lebih fokus ke kegiatan yang cukup besar bisa mendongkrak kegiatan produksi,” tutur dia.